Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak melonjak sekitar 4% pada Kamis (10/10/2024) akibat peningkatan konsumsi bahan bakar di Amerika Serikat (AS) menjelang datangnya Badai Milton di Florida, risiko pasokan dari Timur Tengah dan tanda-tanda kehancuran. pertumbuhan permintaan energi di AS dan Tiongkok.
Read More : Bahlil Yakin Lifting Minyak Indonesia Tembus Target APBN 2025
Minyak mentah Brent naik $2,82 (3,7%) menjadi $79,40 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $2,61 (3,6%) menjadi USD75,85.
Di AS, yang merupakan produsen dan konsumen minyak terbesar di dunia, Badai Milton melanda Florida. Bencana ini menyebabkan sekitar seperempat pompa bensin tidak memiliki bahan bakar dan memutus aliran listrik ke lebih dari 3,4 juta rumah dan tempat usaha.
Harga minyak acuan melonjak awal bulan ini setelah Iran menembakkan sekitar 180 rudal ke Israel, meningkatkan potensi serangan balasan terhadap fasilitas minyak Iran. Tanpa respon Israel, harga minyak kembali turun dan tetap stabil sepanjang minggu.
Read More : Top 5 News: Epy Kusnandar Ditangkap Kasus Ganja hingga Kecelakaan Beruntun Ketua Bawaslu Jember
Sementara itu, di Tiongkok, langkah pemerintah untuk mendukung sektor swasta melalui undang-undang baru bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor, sehingga dapat meningkatkan permintaan energi.