JAKARTA, Beritasatu.com – Harga minyak mentah naik hampir 1 persen pada Kamis (7/11/2024) seiring investor mulai menilai dampak kebijakan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) terhadap pasokan minyak.

Read More : Netanyahu Bakal Serang Rafah pada Saat Negosiasi Gencatan Senjata Berlangsung

Sementara itu, para pengebor bersiap menghadapi Badai Rafael dengan mengurangi produksi. Pertumbuhan ini tertahan oleh penguatan dolar dan pengurangan impor minyak mentah di Tiongkok.

Minyak mentah Brent naik 71 sen, atau 0,95 persen, menjadi $75,63 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertambah 67 sen, atau 0,93 persen, menjadi $72,36 per barel.

Menurut Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, kenaikan harga minyak didorong oleh ekspektasi bahwa pemerintahan Trump akan memperketat sanksi terhadap Iran dan Venezuela, yang diperkirakan akan mengurangi pasokan minyak di pasar.

โ€œPasar kini mengantisipasi langkah kebijakan Donald Trump dan reaksi terhadap prospek tersebut sangat kuat,โ€ kata Lippo.

Read More : BWF Pastikan 17 Ganda Putra Tampil di Olimpiade Paris 2024

Selama masa jabatan sebelumnya, Trump memberlakukan sanksi yang lebih keras terhadap sektor minyak Iran dan Venezuela, yang dicabut oleh pemerintahan Joe Biden tetapi kemudian diterapkan kembali.

Selain itu, dukungan terhadap harga minyak juga datang dari keputusan Federal Reserve (Fed) yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 4,50%-4,75%.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *