Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak naik pada awal perdagangan di Asia pada Selasa (6/8/2024) seiring kekhawatiran pecahnya konflik di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan. Kekhawatiran ini melampaui kekhawatiran kemungkinan resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dapat menurunkan permintaan.
Read More : Hari UMKM Nasional, Pemerintah Terus Dorong Kontribusi UMKM terhadap Ekonomi Indonesia
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,18, atau 1,6%, menjadi $74,12 per barel pada awal perdagangan di Asia, menurut Reuters.
Sebelumnya pada hari Senin, harga acuan WTI dan Brent turun 0,7%-0,8% karena aksi jual di pasar ekuitas dunia terus berlanjut.
Harga minyak membatasi penurunan di tengah kekhawatiran bahwa Iran akan merespons pembunuhan pemimpin Hamas di Teheran, yang dapat menyebabkan pertempuran lebih lanjut di Timur Tengah.
Read More : Canggih, Ternyata Ini Teknologi LRT Palembang yang Relnya Melintasi Sungai Musi
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan di Israel dan dunia atas kegagalan perundingan gencatan senjata di Gaza.