Chicago, Beritasatu.com – Harga minyak global naik pada Rabu (15/6/2024), dengan harga minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari yang diperkirakan.
Read More : Akhir Pekan, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Lagi
Harga kontrak minyak WTI bulan Juni ditetapkan pada US$78,63 per barel, naik 61 sen atau 0,78%. Sementara minyak mentah AS naik 9,7%. Sementara itu, minyak mentah Brent internasional untuk kontrak Juli ditutup pada 82,75 dolar AS per barel, naik 37 sen atau 0,45%. Sejak awal tahun 2024, harga minyak acuan global telah menguat sebesar 7,4%. Namun pada Mei 2024, minyak mentah AS dan Brent turun masing-masing 4% dan 5,82%.
Menurut data Badan Informasi Energi (IEA), harga minyak mentah turun, tidak termasuk rencana persediaan minyak di AS sebesar 2,5 juta barel pada pekan lalu. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan penurunan sebesar 543.000 barel berdasarkan jajak pendapat analis yang disurvei Reuters.
Harga minyak turun di awal musim setelah IEA memangkas perkiraan pertumbuhan global sebesar 140.000 barel per hari menjadi 1,1 juta barel per hari karena lemahnya permintaan di negara-negara berkembang pada kuartal pertama tahun 2024.ย
Namun pasokan dunia meningkat pada bulan Maret sebesar 34,6 juta barel karena masalah perdagangan. โKapal tanker minyak dialihkan tahun ini akibat serangan pasukan Houthi di Yaman di Laut Merah,โ kata IEA seperti dikutip CNBC International.ย
Read More : Rayakan HUT ke-68, Astra Terus Berinovasi dan Perkuat Kontribusi Sosial Berkelanjutan
Menurut IEA, OPEC+ dapat melihat lebih dekat produsen global untuk mengukur keseimbangan pasokan dan permintaan pada pertemuannya di bulan Juni. Beberapa anggota OPEC+ telah menerapkan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari untuk mendukung harga minyak.