Chicago.

Read More : Kasus Korupsi Dana DAK Rp 7,1 M, Kantor Dinas Pertanian Kaur Digeledah

Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Oktober mencapai US$67,67 per barel, turun US$1,48 (2,1%). Sejak awal tahun ini, minyak AS sudah anjlok 5,6%. Sedangkan harga Brent internasional untuk kontrak November mencapai US$71,06 per barel, turun US$1,63 (2,2%). Sejak awal tahun 2024, ukuran global mengalami penurunan sebesar 7,8%.

Harga minyak mentah AS turun 8% pada minggu ini atau yang terburuk sejak Oktober 2023. Sedangkan Brent turun 9,8% pada minggu ini.

OPEC+ menunda rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 180.000 barel per hari hingga bulan Desember, sehingga mengembalikan minyak ke pasar sekitar 2,2 juta barel per hari. Hal ini terjadi karena permintaan minyak Tiongkok menurun karena importir minyak mentah terbesar negara itu beralih ke mobil listrik.

Bank of America menurunkan perkiraan harga minyak Brent pada tahun 2025 menjadi US$75, turun dari US$80, sementara perkiraan untuk WTI turun dari $71 menjadi US$75.

Read More : Temui Sekjen PKV, Puan Maharani: Indonesia-Vietnam Siap Kerja Sama

Di sisi lain, Citi memperkirakan harga Brent akan menjadi $60 tahun depan, karena pasar diperkirakan akan memasuki lebih banyak lagi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *