Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak melemah pada perdagangan Jumat (5 Maret 2024), mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam tiga bulan terakhir. Hal ini memungkinkan The Fed memangkas suku bunga setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Read More : 3 Anomali Temuan Mentan Amran yang Buat Harga Beras Kerap Naik

Pada hari Sabtu (05/04/2024), menurut Reuters, kontrak berjangka untuk 1 Juli 2024 turun 71 sen, atau 0,85%, menjadi $82,96 per barel. Pada saat yang sama, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 84 sen atau 1,06% menjadi 78,11 USD/barel.

Brent kemudian turun lebih dari 1 persen pada minggu ini, sementara WTI turun 6,8 persen.

Investor khawatir tingginya biaya pinjaman jangka panjang di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Hal ini terjadi setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga stabil pada minggu ini.

โ€œPerekonomian sedikit melambat. “Namun, (data) memberi The Fed jalan untuk setidaknya satu kali penurunan suku bunga tahun ini,” kata Tim Snyder, kepala ekonom di Matador Economics.

Read More : IHSG Hari Ini Melesat 1,21 Persen, Saham Properti Jadi Primadona

The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil pada minggu ini, menunjukkan bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat menunda penurunan suku bunga. Kenaikan suku bunga biasanya mempengaruhi perekonomian dan mengurangi permintaan minyak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *