Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak turun lebih dari 1% pada Rabu (14/8/2024) karena stok minyak mentah Amerika (AS) lebih tinggi dari perkiraan.

Read More : Pemerintah Bahas Kebijakan Ekonomi dan IHSG Bersama Ekonom di Istana

Brent berjangka turun 93 sen, atau 1,15%, menjadi $79,76 per barel pada Kamis (18/8/2024), menurut Reuters, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka turun menjadi $1,37 (1,8%) pada saat yang sama. 76,98 dollar AS per barel.

Minyak mentah Brent naik lebih dari 3% menjadi ditutup pada US$82,3 per barel pada Senin (12/8/2024), menandai kenaikan hari kelima berturut-turut setelah mencapai level terendah tujuh bulan di US$76,30 pada awal pekan lalu.

Pada saat yang sama, stok bensin dan sulingan turun lebih dari yang diperkirakan. Data American Petroleum Institute (API) pada Selasa (13/8/2024) menunjukkan penurunan sebesar 5,21 juta barel pada pekan lalu.

Harga minyak naik setelah produsen minyak Iran berjanji akan merespons dengan tegas pembunuhan seorang pemimpin Hamas akhir bulan lalu. Hanya perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza yang akan mencegah Iran merespons langsung pembantaian Israel, kata tiga pejabat senior Iran.

Read More : Stadion Kanjuruhan Diresmikan Presiden Prabowo Pertengahan Maret 2025

Israel belum mengkonfirmasi keterlibatannya; Meski membantah, Hamas saat ini berperang di Gaza setelah menyerang Israel pada bulan Oktober. Menanggapi Iran, Angkatan Laut AS mengirim kapal perang dan kapal selam ke Timur Tengah.

Selain itu, penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh perkiraan penurunan permintaan minyak global. Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Selasa memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2025, dengan alasan dampak pelemahan ekonomi Tiongkok pada sektor jasa. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *