Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak di pasar dunia turun 2% pada Senin (14/10/2024) setelah OPEC mengurangi rencana pertumbuhannya meningkatkan permintaan dunia pada -2024 dan 2025. Sementara itu, impor minyak Tiongkok juga melemah menjadi lima. bulan. untuk jalur sambungan internal.

Read More : Sempat Jatuh, IHSG Kamis 11 Juli 2024 Bertahan di Zona Hijau

Laporan Reuters, upaya Tiongkok memperkuat perekonomian gagal meningkatkan kepercayaan investor. Di sisi lain, pasar memantau kemungkinan Israel menyerang sistem energi Iran.

Harga minyak Brent turun sebesar USD1,58 atau 2% menjadi USD77,46 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar USD1,73 atau 2,29% menjadi USD73,83 per barel. Pekan lalu, Brent naik menjadi 99 sen, dan WTI menguat menjadi US$1,18.

Pada hari Senin, OPEC kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan minyak pada tahun 2024, menandai revisi ketiga berturut-turut. Permintaan model untuk tahun 2025 juga melambat.

Sebagian besar perubahan ini disebabkan oleh krisis ekonomi Tiongkok. Sebagai importir minyak terbesar di dunia, permintaan Tiongkok diperkirakan hanya meningkat 580.000 barel per hari (bpd) dari perkiraan sebelumnya sebesar 650.000 barel per hari. Data menunjukkan impor minyak Tiongkok pada 9 bulan pertama tahun ini turun hampir 3% dibandingkan tahun lalu sebesar 10,99 juta barel per hari.

Lemahnya konsumsi minyak di Tiongkok dipengaruhi oleh pesatnya peningkatan penggunaan kendaraan listrik (EV), serta lambatnya pemulihan perekonomian pasca epidemi. Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga akan semakin parah pada September 2024.

Read More : Adik Syahrini Sebut Perjuangan sang Kakak Hamil Sangat Panjang dan Berliku

Berita dari Tiongkok ini meredakan kekhawatiran pasar mengenai respons Israel terhadap serangan Iran pada 1 Oktober, yang dapat mengganggu produksi minyak.

โ€œMeskipun serangan Israel terhadap Iran tampaknya tidak dapat dihindari, pengerahan pasukan Amerika dapat mengurangi ketegangan di kedua belah pihak,โ€ kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

Menurut Kissler, pasar akan terus terpuruk karena banyak fund manager yang menunggu perkembangan selanjutnya. Washington juga dilaporkan mendesak Israel untuk menahan diri guna menghindari konflik umum di Timur Tengah.ย 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *