Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas melemah pada perdagangan Senin (30/12/2024) akibat sepinya aktivitas perdagangan. Investor saat ini menantikan rilis data perekonomian Amerika Serikat (AS) pada pekan depan, serta potensi dampak kebijakan Presiden terpilih Donald Trump terhadap tindakan Federal Reserve pada tahun 2025.
Read More : Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,94 Persen pada 18 Maret 2025
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi $2,611.39 per ounce pada Selasa (31/12/2014), menurut CNBC International. Sementara itu, emas berjangka AS turun 0,3% pada $2,624.00.
“Perdagangan sepi di kelas aset dengan likuiditas rendah, kemungkinan karena musim liburan,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Ia menambahkan, harga emas turun karena pelaku pasar mencermati data ekonomi AS yang akan datang untuk menentukan apakah perlambatan ekonomi dapat memaksa The Fed untuk melanjutkan kebijakan penurunan suku bunganya.
Sebelumnya, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan berhati-hati dalam melakukan pemotongan kebijakan lebih lanjut setelah memangkas suku bunga sebesar 0,25 persen pada Desember lalu.
Minggu depan, pasar akan fokus pada data pembukaan lapangan kerja AS, laporan ketenagakerjaan ADP, risalah pertemuan FOMC bulan Desember, serta laporan ketenagakerjaan AS, yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keadaan dunia. Perekonomian terbesar.
“Ke depan, kami melihat faktor-faktor yang mendukung harga emas, seperti pembelian bank sentral untuk mendiversifikasi cadangan, serta kebijakan suku bunga rendah di AS yang mendorong investasi,” tambah Staunovo.
Read More : Lebih dari 10 Jam Terjebak Sistem Satu Arah di Puncak, Wisatawan Nilai Polisi Tidak Adil
Harga emas telah naik sekitar 27% selama tahun 2024, mencapai titik tertinggi sepanjang masa di $2,790.15 pada tanggal 31 Oktober.
Pasar kini bersiap menghadapi perubahan kebijakan besar di AS pada tahun 2025, termasuk kemungkinan tarif baru, deregulasi, dan perubahan sistem perpajakan, seiring kembalinya Trump ke Gedung Putih pada bulan Januari.
Sebagai alat lindung nilai, emas tetap menjadi pilihan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Terlepas dari penurunan harga emas, logam mulia lainnya seperti perak tidak berubah pada $29,38 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi $923,53, level terendah dalam lebih dari tiga bulan dalam seminggu, dan paladium juga sedikit lebih rendah. Peningkatan awal sebesar 0,1% menjadi $912,73 per ounce.