Pollwali Mandar, Beritasatu.com – Harga unggas di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandar Pollwali Sulavesia barat telah mulai menarik diri kepada konsumen untuk kebutuhan mereka akan Ramadhan.
Read More : Kasus Penyerangan Mahasiswa Saat Ibadah, Walkot Tangsel Tak Ingin Terulang Lagi
Ketika pasar pusat distrik Polwali terjadi di Pekkabata, harga unggas mulai meningkat hingga 20%.
Harga saat ini dijual berdasarkan volume, dengan harga berbeda yang dijual dari Rp 50.000 hingga 70.000 per atas dari 70.000 rp hingga 70.000.
Untuk memotong ayam seharga RP seharga 40.000 per 40.000 dari RPG menjadi 35.000, ukuran 2,5 kilogram dijual dengan harga Rp 60.000 dan ukuran 3 kilogram dijual dengan harga paling awal Rp 60.000 seharga Rp 60.000.
Biaya unggas telah meningkat selama beberapa hari terakhir dan tidak pernah mengalami penurunan harga. Harga ini akan naik di dekat Ramadhan.
Tingginya biaya daging ayam meningkatkan tingkat distributor, sehingga pedagang juga dipaksa untuk menjual dengan harga lebih tinggi. Meskipun harganya akan meningkat, penjualan unggas tidak akan mempengaruhi penjualan. Pedagang satu hari akan dapat menjual 50 atau 100 ekor.
Pedagang ayam, Ahmad, kenaikan harga ayam dua hari lalu, rata -rata Rp 5.000.
Read More : Polda Metro Jaya Soal Kasus SMP di Tebet Lompat dari Lantai 3: Dijauhi Teman
.
Dia mengatakan harga unggas terus naik sampai Ramadhan memasuki tahun 2025. “Saya memperkirakan bahwa harga daging ayam akan naik lagi,” katanya.
Pasokan unggas di wilayah Polemon berasal dari pinrang sulavecia selatan dan kabupaten sydrop, yang dipasok dua kali seminggu.
“Minat pelanggan dalam membeli daging ayam tidak serendah biasanya,” jelasnya.