Jakarta, Beritasatu.com – Harga Bitcoin (BTC) mengalami fluktuasi selama beberapa hari terakhir. Setelah mencapai level USD 108.000, harga Bitcoin kini berada di bawah level USD 100.000 untuk koin tersebut.

Read More : Ikuti Mata Uang Asia, Rupiah Ambles pada Awal Sesi Kamis 30 Mei 2024

Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 07.30 WIB Jumat (20/12/2024), Bictoin kini bernilai US$96.842,41, turun 4,02% dalam 24 jam terakhir.

Pasar aset kripto juga turun setelah aksi jual besar-besaran. Penurunan ini sebagian disebabkan oleh kekecewaan investor terhadap komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengurangi harapan penurunan suku bunga tahun depan. The Fed mengindikasikan akan memangkas suku bunga pada tahun 2025. 

“Pasar kripto berada dalam lingkungan yang sulit setelah harga Bitcoin naik di atas USD 100.000. Dampak dari keputusan Fed terlalu penting untuk diabaikan,” kata Joel Kruger, ahli strategi pasar di LMAX Group. 

Azeem Khan, COO jaringan Layer-2 Morph, menyebut penjualan akhir tahun sebagai hal yang normal karena investor menyeimbangkan keuntungan dan kerugian untuk meminimalkan kewajiban pajak.

Read More : IHSG di Zona Hijau pada Pembukaan Perdagangan Kamis 17 Oktober 2024

“Jika Anda melihat tren tahunan, penurunan ini merupakan hal yang sehat,” kata Khan.

Namun penurunan tajam harga Bitcoin menunjukkan bahwa pasar kripto masih rentan terhadap prospek kebijakan moneter global. Investor diimbau berhati-hati dalam menghadapi volatilitas yang terus melanda pasar.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *