Jakarta, Beritasatu.com – Pasar kripto anjlok tajam dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin juga tertekan lebih dari 3% selama minggu penting di pasar keuangan, mengingat sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) akan segera dirilis.
Read More : Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Jember Jawa Timur
Berdasarkan data Coinmarketcap, pada Selasa (1/10/2024) pukul 06.15 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 3% menjadi US$ 2,24 triliun dalam 24 jam terakhir. Mata uang kripto terbesar, Bitcoin (BTC), turun 3,1% pada periode yang sama. Harga Bitcoin berada di level US$ 63.553 per koin atau setara Rp.
Ethereum (ETH) juga turun 1,7% menjadi US$2.607 per koin. Sementara itu, Binance Coin (BNB) turun 4,2% menjadi $571 per koin.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengungkapkan, pergerakan Bitcoin saat ini terbilang tertekan. Minggu ini memiliki peran penting dalam pasar keuangan dunia karena akan dirilis data ekonomi seperti lapangan kerja dan jasa di AS yang dapat memberikan sinyal penting mengenai arah perekonomian dan kebijakan suku bunga The Fed. .
Read More : Emas Diburu Warga Jabodetabek, Ini Penjelasan Antam dan Pegadaian
Selain itu, ada faktor lain yang bisa mempengaruhi harga Bitcoin. Pada tanggal 25 September, Arkham Intelligence melaporkan bahwa Mt Gox, bekas bursa Bitcoin, menghapus kepemilikannya dari empat portofolio. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa program pemulihan utang akan segera dimulai.