Jakarta, Beritasatu.com – Halving Bitcoin 2024 telah berakhir dan dikatakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Halving Bitcoin diketahui terjadi pada Sabtu (20/4/2024).
Read More : Sri Mulyani Semringah Kinerja APBN 2024 Baik
CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan halving Bitcoin berbeda karena harga Bitcoin memasuki siklus bull market dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) sebelum halving pada 14 Maret 2024.
Saat terjadi halving, harga bitcoin turun hingga Rp 1,03 miliar. Penurunan tersebut akibat dampak konflik geopolitik Iran dan Israel, ujarnya, dikutip Antara, Minggu (21/4/2024).
Dampak dari halving ini baru terasa setelah pasokan Bitcoin dipotong setengahnya. Biasanya, harga Bitcoin bisa berlipat ganda atau lebih setelah dikurangi separuhnya.
Secara historis, pasar kripto akan menunjukkan pertumbuhan positif dalam enam hingga delapan bulan ke depan dan kemudian naik ke ATH baru.
Namun perlu diingat bahwa akan ada penyesuaian harga yang harus diperhatikan oleh investor dan pedagang kripto setelah halving.
“Halving Bitcoin dikenal sebagai peristiwa yang terjadi sekali dalam empat tahun, namun lebih tepatnya halving akan terjadi ketika imbalan penambang dikurangi setengahnya setelah menambang 210.000 blok,” kata Oscar.
Ia memperkirakan siklus bull market ini akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2025.
Read More : IHSG Sesi I Rabu 12 Juni 2024 Masih di Zona Merah
Jika dibandingkan dengan separuh tahun sebelumnya, separuh tahun 2024 terjadi satu bulan lebih awal dibandingkan separuh tahun 2020 yang terjadi pada bulan Mei, atau dua bulan lebih awal dibandingkan separuhnya pada Juli 2016.
Oleh karena itu, pasar bullish kripto diprediksi tidak akan berakhir pada akhir tahun 2024, melainkan pada kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2025.
Pada hari-hari menjelang halving, Oscar mengatakan ada peningkatan signifikan dalam aktivitas transaksi Bitcoin.
Pada Kamis (4/4/2024), lebih dari 450.000 transaksi terkonfirmasi per hari selama 11 hari berturut-turut, disusul $2,86 hingga $9 pada Selasa (9/4/2024). Biaya transfer cenderung meningkat hanya dalam tiga hari.
“Hal ini membuktikan bahwa meskipun harga Bitcoin terlihat anjlok pada masa halving ini, namun masih banyak minat dan minat para investor dan trader terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya. Sebab, dampak dari halving ini tidak terbatas. menjadi hanya satu hari, namun halving itu sendiri berdampak jangka panjang pada periode berikutnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa investor dan trader percaya pada potensi jangka panjang dari aset kripto, jelas Oscar.