Jakarta, Beritasatu.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan Prabowo mengaku pernah menjadi tukang pijat tokoh NU yang juga presiden ketiga RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Read More : Pemerintah Tetapkan Iduladha Senin 17 Juni 2024

“Gus Dur juga berpikir jauh ke depan. Saya mendapat kehormatan, saya pernah menjadi tukang pijat Gus Dur,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato pada acara halalbihalal dan silaturahmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta , pada Minggu (28/04/2024).

Suatu kehormatan bagi saya bisa masuk ke kamar tidur Gus Dur, mulai dari mayor hingga jenderal, tambah Prabowo.

Ia pun mengapresiasi komitmen NU dalam menyampaikan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selanjutnya.

Terima kasih Nahdlatul Ulama, bersama-sama kita membangun bangsa Indonesia. Saya dan Gibran berjanji akan bekerja demi kepentingan bangsa Indonesia. Ketika Indonesia bersatu dan para pemimpinnya bahu membahu, kita yakin bisa mengatasi segala tantangan yang ada, ujar Prabowo.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan Prabowo dan Gibran dianggap keluarga oleh NU.

Read More : Sidang SYL, Surya Paloh Disebut Tahu Organisasi Sayap Nasdem Dibantu Kementan

Kedatangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih disambut baik oleh kami sekeluarga Nahdlatul Ulama, ujarnya.

Menurutnya, NU bertekad membantu pemerintah dalam menyampaikan agenda-agenda yang ditujukan untuk kepentingan terbaik rakyat.

“NU siap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan hanya karena alasan politik tapi untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *