Badung, Beritasatu.com – Pergantian tahun 2024 semakin dekat dan setiap kawasan wisata menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk menarik perhatian wisatawan. Salah satunya Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali yang akan menyuguhkan pertunjukan kolosal bernama Baraong.
Read More : Warga Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Malaysia
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, Taman Budaya GWK berperan dalam melestarikan seni dan budaya Bali melalui beberapa karya seni yang menakjubkan.
Selama waktu tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional Bali yang digelar sepanjang hari, dengan puncaknya adalah tari kecak Garuda Wisnu Kencana.
Baraong merupakan kolaborasi tari musik yang dipadukan dengan pencahayaan dramatis dan koreografi inovatif oleh Gung Giri.
Nama Baraong sendiri berasal dari dua kata, “Bara” yang berarti api, roh atau energi dan “Ong” yang berarti Tuhan dalam agama Hindu.
Baraong bercerita tentang perjalanan Pangeran Bara, Putra Mahkota Kerajaan Bahali Windhu Kencan, dalam usahanya mengumpulkan tiga tokoh mitologi barong – Sang Bawi (Barong Bangkali), Sang Mong (Barong Macan) dan Sang Banas (Barong Ket ) ). ) untuk memulihkan perdamaian dan kemakmuran kerajaannya.
Chief Operating Officer GWK Cultural Park, Ch Rossie Andriani berharap dengan hadirnya pertunjukan baru ini, wisatawan dari Bali dan sekitarnya bisa mendapatkan alternatif hiburan malam yang menarik.
“Dengan diperkenalkannya pertunjukan baru ini, kami berharap dapat memberikan pilihan tontonan bagi wisatawan dan juga menciptakan kembali suasana di GWK. Kami juga mendukung program pemerintah dalam mempromosikan budaya Bali ke dunia internasional,” kata Rossie baru-baru ini kepada Beritasatu.com.
Read More : Polisi Tangkap 39 Orang dalam Kerusuhan Protes Imigrasi di Los Angeles
Menurutnya, proses produksi pertunjukan Baraong sendiri memakan waktu hampir satu tahun dan melibatkan banyak seniman berbakat asal Bali. Kami berharap pertunjukan ini dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan, selain dapat menikmati pertunjukan tari Kecak yang sudah terkenal.
Rossie juga menambahkan, pertunjukan Baraong akan resmi diluncurkan pada akhir tahun 2024 dan menjadi bagian dari atraksi reguler di Taman Budaya GWK.
Selain itu, pada tahun 2024, rata-rata kehadiran akan mencapai sekitar 3.000 orang setiap bulannya, dan diperkirakan akan terjadi peningkatan kehadiran pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Pertunjukkan ini akan kami luncurkan pada akhir tahun dan dimulai pada awal tahun 2025. Baraong akan menjadi pertunjukan reguler. Dalam dua bulan pertama, kami akan tampil tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat. Respon pengunjung positif, kami akan mempertimbangkan untuk menambah frekuensi pertunjukan,” ujarnya.
Tiket pertunjukan Baraong di Taman Budaya GWK dijual terpisah. Bagi pengunjung yang hanya ingin menyaksikan pertunjukan kolosal ini, tiket dibandrol dengan harga Rp 100.000 per orang. Namun bagi yang membeli tiket masuk GWK Cultural Park, harga tiket Baraong adalah Rp 50.000 per orang.