Bandung, Beritasatu.com – Anna, guru besar bidang Vokasi atau Sains dan Teknologi Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menguraikan tiga keterampilan prioritas yang harus dimiliki pekerja Indonesia. Anna percaya bahwa keterampilan kerja, keterampilan yang dapat ditransfer, dan keterampilan sosial adalah tiga kemampuan yang dicari oleh industri di masa depan.

Read More : Dewas KPK Tak Ambil Pusing Jika PTUN Kabulkan Gugatan Ghufron

Hal itu disampaikan Anna saat memberikan kuliah bertajuk “Tantangan dan Peluang Dunia Kerja” yang disampaikan Guru Besar Vokasi Sains dan Teknologi di Kampus Bumi Siliwangi UPI Bandung, Selasa (4/6/2024). Era Vuca: Keterampilan Prioritas Lulusan Pendidikan Vokasi yang Dibutuhkan Dunia Industri”. Anna dilantik bersama 10 guru besar lainnya di UPI.

“Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan penyusutan keterampilan yang cepat dan teknologi baru menciptakan kesenjangan dalam keterampilan pekerja. “Manpower Group, sebuah organisasi sumber daya manusia internasional yang memasok industri, menggunakan istilah ‘Revolusi Keterampilan Mendesak’ untuk merujuk pada dukungan yang dibutuhkan sektor ketenagakerjaan untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan pekerjaan di masa depan,” kata Anna.

Menurut dia, dampak pandemi ini muncul menjadi persoalan multifaset, mulai dari perekonomian dan sistem sosial masyarakat, termasuk pendidikan. Lingkungan belajar mengalami perubahan yang signifikan yang ditandai oleh Vuca dengan variabilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas atau tantangan yang sangat tinggi. Vuca dapat menangani permasalahan yang tidak terduga, ketidakpastian informasi, situasi kompleks yang penyebabnya sulit dipahami, dan hal-hal baru yang sulit dipahami.

“Konsep VUCA diperkenalkan oleh militer Amerika pada akhir tahun 1980an setelah berakhirnya Perang Teluk pertama. Meskipun VUCA bukanlah hal baru, Johansen dan Euncher memperkirakan bahwa VUCA akan membawa perubahan radikal yang belum pernah terjadi sebelumnya.” pandemi Covid-19, pemanasan global, perdagangan bebas, kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, termasuk era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0,” kata Anna.

Read More : Berlakukan Bridging Visa, Imigrasi Beri Kemudahan WNA Alih Status Izin Tinggal di Indonesia

Anna menilai wabah kelaparan di Indonesia juga berdampak pada kualitas pekerja Indonesia. Daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19 dan akan mulai menguat kembali pada tahun 2023. Namun dibandingkan negara ASEAN lainnya, skor indeks SDM Indonesia dinilai masih rendah. Situasi ini menunjukkan bahwa kesiapan kerja tenaga kerja Indonesia masih menghadapi tantangan.

“Kurangnya kapasitas pencari kerja untuk memenuhi permintaan industri menyebabkan terjadinya pengangguran di Indonesia. Tingginya tingkat pengangguran lulusan SMK dalam lima tahun terakhir menjadi permasalahan serius bagi pendidikan vokasi,” kata Anna.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *