Yogyakarta, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan observasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode Minggu (6/10/2024) hingga pukul 00.00 WIB pukul 06.00 WIB, Gunung Merapi tercatat sebanyak 24 kali meletus ke arah barat daya. .
Read More : Zulhas Umumkan Pengurus Baru PAN, Targetkan 4 Besar di Pemilu 2029
“Kami mengamati 24 kali guguran lava di arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncuran maksimal 1.500 meter,” kata BPPTKG dalam keterangan resmi.
Cuaca di sekitar Gunung Merapi cerah dengan suhu berkisar antara 18,9 hingga 19 derajat Celcius. Tekanan udara berkisar antara 873,7 hingga 918,8 mmHg dan kelembapan berkisar antara 58 hingga 70 persen. Secara visual, gunung tersebut terlihat jelas dengan kepulan asap tipis dari kawah bertekanan tinggi hingga 25 meter di atas puncak.
Dari sisi kegempaan, tercatat 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 22 mm dan durasi 47,84 hingga 157,56 detik. Aktivitas longsoran salju ini menjadi perhatian besar masyarakat kawasan Gunung Merapi karena potensi bahayanya sewaktu-waktu.
BPPTKG telah menetapkan status Gunung Merpi pada Level III atau Siaga. Potensi ancaman saat ini antara lain guguran lahar dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sepanjang 5 km dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sepanjang 7 km.
“Di sektor tenggara, potensi bahaya antara lain Sungai Voro setinggi 3 km dan Sungai Gondola hingga 5 km. Jika terjadi letusan eksplosif, pancaran material vulkanik bisa mencapai radius 3 km dari puncak,” dia melanjutkan.
Read More : Kirab Merah Putih Sepanjang 100 Meter Meriahkan HUT Ke-79 RI di Lereng Pegunungan Muria
Data pemantauan menunjukkan adanya aliran magma secara terus menerus yang berpotensi menimbulkan awan panas guguran di kawasan berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat tidak dianjurkan melakukan aktivitas apa pun di wilayah yang ditetapkan sebagai zona bahaya.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mewaspadai bahaya jatuhnya lahar dan awan panas, terutama jika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. Selain itu, gangguan akibat abu vulkanik juga harus diantisipasi. BPPTKG akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi dan segera meninjau status aktivitas vulkanik jika terjadi perubahan signifikan.