Boyolali, Beritasatu.com – Gunung Merapi yang berada di antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pagi ini, Sabtu (25/5/2024) delapan kali awan panas pada jarak 1.700 meter hingga Kali Bembeng atau barat daya. BPBD Kabupaten Boyolali mengingatkan masyarakat di kawasan terancam punah Gunung Merapi (KRB) Boyolali (KRB) untuk tidak panik, melainkan waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Read More : Hukum Istri Melakukan KDRT terhadap Suami

Berdasarkan siaran pers Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bahaya Geologi (BPPTKG), awan salju tercatat berlangsung selama 20 detik hingga 170 detik dan berukuran 3 milimeter hingga 25 milimeter. Gunung Merapi saat ini tergolong level 3.

Sedangkan bahaya saat ini berupa salju panjang dan awan hangat di arah selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong hingga 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng hingga 7 km.

Di sebelah tenggara, Sungai Woro sepanjang 3 km dan Sungai Gendol sepanjang 5 km. Sementara itu, letusan gunung berapi bisa mencapai hingga 3 km dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

Data pemantauan menunjukkan pasokan magma masih terus berlanjut sehingga berpotensi menimbulkan awan panas di wilayah rawan.

Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas (APG), terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Read More : Dokter Ragukan Klaim Polisi Soal Waktu Kematian Gene Hackman dan Istri

Kepala BPBD Wilayah Boyolali Suratno mengingatkan agar masyarakat tidak perlu takut di kawasan Gunung Merapi (KRB) di Boyolali yang berbahaya, namun harus mewaspadai aktivitas Gunung Merapi.

“Iya, ada tiga desa yang masuk wilayah KRB, yakni Desa Tlogolele, Klakah, dan Desa Jrakah, Kecamatan Selo Boyolali.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *