Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pagi ini, Gunung Merapi kembali mengeluarkan aliran lahar setinggi 2.000 meter, pada Senin (15/7/2024).
Read More : Topan Man-yi Terjang Filipina, 111.658 Orang Mengungsi dan Puluhan Penerbangan Dibatalkan
Gunung berapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini sehari sebelumnya, Minggu (14/7/2024), juga mengeluarkan 28 aliran lava dari Kali Bebeng.
Balai Besar Penelitian Bencana (BPPTKG) mengumumkan pada Senin (15/7/2024) bahwa: โTerlihat 14 gelombang dari arah barat daya (Kali Bebeng) dengan ketinggian maksimal 2000 meterโ. .
Berdasarkan pantauan BPPTKG, berdasarkan pengamatan kami pada Senin pukul 00.00 – 06.00 WIB, gambaran gunung tersebut terlihat jelas. Cuaca cerah berawan, angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara antara 11-16 derajat Celcius, kelembaban udara 42-72%, dan tekanan udara 836,8-918,6 mmHg.
LP.
Bagian tenggara meliputi Sungai Woro setinggi maksimal 3 km dan Sungai Gendol setinggi 5 km di puncaknya.
Read More : Pembunuh Wanita yang Mayatnya Ditemukan dalam Lemari Indekos di Jambi Ditangkap
Pengamatan menunjukkan material magma terus mengalir sehingga dapat menyebabkan keluarnya udara panas dari zona bahaya, tambahnya.
BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang membahayakan dan mewaspadai bahaya awan lahar dan udara panas (APG), terutama saat terjadi hujan di Gunung Merapi.
Selain itu, warga diimbau mewaspadai dampak abu vulkanik Gunung Merapi. BPPTKG menambahkan, jika terdapat perubahan operasional yang signifikan, maka operasional Gunung Merapi akan segera dikaji ulang.