MANILA, BERITASAT.COM – Bholakano Kanlaon dari Filipina menyemprotkan kolom asap hingga 5 meter di udara pada hari Selasa (1/3/220) dan menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan lebih banyak bahaya.

Read More : Survei: Elektabilitas Agustiar-Edy Unggul pada Pilgub Kalteng

Pernyataan resmi Institut Vulkanik dan Sizmologi Filipina (Fivlocks) mengatakan, “Pada pukul 05.51 pagi di Kanlaon Creta (04.51 waktu Hanoi) gangguan itu meledak.”

“Gunung berapi Filipina ini menciptakan kolom asap melengkung besar yang mengapung di barat -barat,” katanya.

Menurut John D. Asisa, seorang petugas penyelamat di La Castla, di kaki Pegunungan Kanlaon di provinsi tersebut, pemerintah berada di bawah rezim siaga. AFP mengatakan, “Penduduk lingkaran 5-6 km telah dihapus sejak ledakan pada bulan Desember 2021.

Fivlocks lebih lanjut menekankan bahwa keadaan peringatan 3 pada skala lima tingkat masih berlaku sejak akhir tahun lalu. Ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas magmatik yang dapat menyebabkan ledakan gunung berapi Filipina yang lebih besar.

Pejabat setempat menyarankan untuk menutup sekolah dan kantor di La Castlan City untuk memastikan keamanan populasi. Warga diminta untuk tetap waspada dan mengikuti bimbingan otoritas setempat.

Read More : Pengamanan Gereja oleh Ribuan Kader Ansor-Banser Saat Natal Jadi Simbol Toleransi Beragama

Seorang penduduk Nico’s Channel, 22, mengatakan bahwa momen ledakan sedang menunggu bus pergi ke sekolah. “Suaranya seperti batu besar jatuh dari langit

Mountain Kanlaon adalah salah satu dari 24 gunung berapi aktif di Filipina. Pada bulan September 2021, gunung itu juga meledak ledakan yang signifikan dan memata -matai ribuan gas beracun yang menyebabkan masalah ini dihilangkan.

Pemerintah Filipina saat ini merupakan pengembangan kegiatan Volcano Kanlaon. Gunung Berapi Filipina Komunitas disarankan untuk tidak memasuki zona bahaya untuk perlindungan timbal balik

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *