Sleman, Beritasatu .com – Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi tampaknya masih cukup tinggi. Berdasarkan laporan terkini Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan 9 Oktober 2024, teramati 15 aliran lahar bergerak ke arah barat daya.
Read More : Gunung Semeru Erupsi, Abu Vulkanik Capai 800 Meter ke Utara
“Air terjun lahar teramati di arah barat daya sebanyak 15 kali, dan jarak luncuran maksimum 1.700 meter. Kegiatan ini masih pada level III atau waspada,” kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resmi, Kamis (24 Oktober 2010). ). .
Pantauan BPPTKG menunjukkan cuaca di sekitar Merapi berkisar antara cerah, berawan, berawan, hingga hujan. Suhu udara berkisar antara 17,4 hingga 29 derajat Celcius dan kelembapan berkisar antara 42 hingga 99,5%. Kisaran tekanan barometrik adalah dari 872,2 hingga 918,6 mmHg.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas meski terkadang diselimuti kabut. Asap putih kawah dengan intensitas sedang membubung hingga 50 meter dari puncak kawah.
Selama periode pengamatan, aktivitas seismik menunjukkan terjadinya longsoran sebanyak 112 kali dengan amplitudo 3-32 mm dan durasi 15,2-180,1 detik. Selain itu, tercatat tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3 mm, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan durasi 109,4 detik.
BPPTKG saat itu memperingatkan kemungkinan ancaman, terutama berupa aliran lahar dan awan panas. Sektor barat daya paling berisiko, meliputi Sungai Boyong dalam radius 5 km dan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dalam radius 7 km.
Di sektor tenggara juga patut diperhatikan Sungai Woro yang jaraknya hingga 3 km dan Sungai Gendoli yang jaraknya hingga 5 km.
Read More : Misteri Kasus Mayat Wanita Muda Tanpa Busana di Batanghari Jambi
Apalagi kemungkinan letusan eksplosif dapat mengakibatkan lontaran material vulkanik hingga jarak 3 km dari puncak, lanjutnya.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan apa pun di wilayah yang berpotensi bahaya dan mewaspadai potensi bahaya lahar dan awan panas, terutama saat hujan.
BPPTKG mengingatkan masyarakat akan gangguan akibat abu vulkanik yang mungkin terbawa angin letusan Gunung Merapi. Jika aktivitas vulkanik meningkat secara signifikan, pihak berwenang akan meninjau status aktivitas vulkanik.