Sleman, Beritasatu.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Daerah Istimewa Jawa Tengah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Read More : Calon Lawan Indonesia di Piala Asia U-23 Bisa Ketar-ketir, Shin Tae-yong Mulai Tebar Ancaman

Berdasarkan laporan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), teramati 25 kali guguran lava arah barat daya pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB pada Rabu (16/10/2024).

โ€œKami mengamati 25 kali guguran lava di arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter,โ€ kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santosa dalam keterangan resminya.

Di sekitar Gunung Merapi, cuaca relatif cerah dan berawan, angin barat sepoi-sepoi, dan suhu udara berkisar 16,6 hingga 18 Celcius. Jika diamati secara visual, gunung tersebut terlihat jelas dan asap kawah berwarna putih mencapai ketinggian 50 meter di puncak kawah dengan intensitas yang tipis.

Selama periode pengamatan, tercatat 33 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 24 mm dan durasi 63,6 hingga 172 detik. Gempa ini menunjukkan aktivitas magma menyebabkan guguran lava. Selain itu, terdapat tujuh gempa hybrid yang mengindikasikan adanya pergerakan aktif magma di dalam tubuh gunung.

Saat ini status aktivitas Gunung Meraf berada pada Level III (Awas). BPPTKG mengingatkan potensi bahaya utama berasal dari guguran lahar dan awan panas, khususnya di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong setinggi maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. . kilometer.

Di sektor tenggara, aliran lahar berpotensi mencapai hingga 3 kilometer ke arah Sungai Voro dan 5 kilometer ke arah Sungai Gendol.

Read More : Liverpool vs Brentford: Menanti Debut Slot di Anfield

โ€œMasyarakat sekitar diimbau waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan yang berpotensi membahayakan tersebut, mengingat pasokan magma masih terus berlangsung sehingga sewaktu-waktu dapat memicu awan panas longsor,โ€ imbuhnya.

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi lahar, terutama jika terjadi hujan di Gunung Merapi. Selain itu, gangguan akibat letusan eksplosif akibat abu vulkanik juga diperkirakan akan terjadi, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak.

Jika terjadi perubahan aktivitas gunung yang signifikan, BPPTKG akan segera meninjau status aktivitas Gunung Meraf dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *