Jakarta, Baritasato Dot Com – Sirkulasi ekonomi dan ekonomi Indonesia saat ini perlu ditambahkan ke semua peralatan untuk membuat aturan yang sehat. Dewan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PPPGP Ansar) berpartisipasi untuk membahas proses mengidentifikasi aturan keuangan dan ekonomi yang positif.
Read More : Amerika Minta China Bujuk Iran Tak Tutup Selat Hormuz
PPGP Ansar Yodto mengungkapkan bahwa kemajuan sirkulasi ekonomi yang sehat sebagian besar ditentukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Vashikan) bahwa sejumlah besar seniman keuangan, asisten peralatan, dan peralatan hukum ditentukan. Dia berkata, “Semua orang akan bergabung dengan aturan keuangan dan keuangan yang baik, seniman keuangan dan penegakan hukum,” katanya.
Yodiatu mendistribusikan debat keuangan di Jakarta pada hari Kamis (6/2/2025) dalam diskusi keuangan “Evaluasi Kejahatan Keuangan: Format dan Gambar”.
Menurut Yodiato, penganak GP mencoba membuat peta kontribusi potensial organisasi untuk meningkatkan ekosistem keuangan saat ini. Kekhawatiran Anisor terkait dengan masalah ini karena kerja sama berbagai pihak sangat cepat dengan penegakan hukum.
Diskusi aturan keuangan dan ekonomi ini meningkatkan pemahaman pekerja yang murah hati tentang metode kejahatan keuangan dan mencegahnya di masa depan. Tingkat kejahatan ekonomi seperti laporan keuangan, penanganan pasar modal, memanipulasi harga saham, kejahatan perbankan, dan investasi yang mengepung, mengarah pada peran yang dapat dimainkan dalam mencegah GP Ansar.
“Kami ingin mencegah dan memperbaiki situasi ini sehingga ekonomi negara tidak akan membahayakan,” kata Yodiato.
Read More : Jalur Cianjur ke Sukabumi dan Puncak Rawan, Pemudik Diminta Waspada
Situasi ini menunjukkan bahwa masih ada banyak aktor keuangan yang mengabaikan tata kelola yang baik dan hukum terapan. Kadang -kadang, seringkali lebih terkait dengan kepentingan atau organisasi pribadi, terlepas dari konsekuensi masyarakat.
Yudarto berkata, “Ini adalah penghalang pemulihan keuangan oleh negara.
PPGP Ansar H. Ketua Umum Eden Joharodin, PPGP Ansur Gabron Mabri, yang merupakan anggota Komisaris Nasional dan anggota Dewan Manajemen. Acara ini juga menjadi pembicara tamu, yaitu Markas besar Polisi Dittipidids Kant II II AK BBP Rio Martin Ronikatwa.