Solo, Beritasatu.com – Wakil Presiden terpilih (wapres) Gibran Rakaboming Raka mengatakan perlu adanya aturan khusus untuk menertibkan game online yang belakangan disebut-sebut berdampak buruk bagi anak-anak.
Read More : Iran Ajak Semua Negara dan Organisasi Internasional Ambil Tindakan Politik dan Hukum terhadap Israel
Wali Kota Sulu mengatakan, peraturan tersebut juga akan mengatur batasan usia game online, agar anak-anak tidak memainkan game dewasa.
“Saya kira semua game online perlu ada level atau rating usia. Kalau rating game untuk orang dewasa, biasanya ada adegan-adegan yang tidak cocok untuk dimainkan oleh anak-anak. Jadi kita bisa mengubah peraturannya menjadi lebih ketat,” ujarnya kepada awak media di Balai Kota Sulu pada Rabu (8/5/2024).
Meski demikian, lanjutnya, memperketat regulasi bukan berarti mengekang kreativitas generasi muda, khususnya yang ingin menjadi atlet olahraga atau yang ingin menjadi game kreator. Intensitasnya adalah tentang memantau anak di masa depan.
“Aturannya bisa kita perketat lagi, tapi kreativitas generasi muda lagi-lagi kita tidak bisa batasi, apalagi yang mau ikut atau menjadi atlet olahraga. Itu juga harus kita dukung.” sesuai usianya,” kata Gibran.
Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mengatakan, pemerintah bisa memantau game online dengan menggandeng perusahaan atau platform yang memproduksi game online tersebut.
Read More : Banjir Bandang di Oman Tewaskan 17 Orang Termasuk Anak-anak
“Kedepannya kita pastikan akan memperkuat kerja sama dengan platform game online. Kalau di Solo misalnya, di sini sudah ada kawasan ini, setelah itu kita bisa perkuat kerja sama.” aktivis,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyatakan akan segera menerbitkan peraturan presiden (prepress) tentang perlindungan anak dari game online. Peraturan presiden ini dirancang untuk mencegah tindakan kriminal seperti pornografi, perundungan, dan pelecehan seksual pada anak yang terpapar game online.