Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan revisi UU No.
Read More : Menko AHY Gelar Pertemuan dengan Hashim Djojohadikusumo
Kajian ini sangat mungkin dilakukan sebelum dimulai, kata Muzani, Minggu (12/5/2024) usai menghadiri acara halalbihalal bersama Ikatan Keluarga Tegal di Jabodetabek, Senayan, Jakarta. Diambil dari Antara.
Dijelaskan Muzani, setiap presiden menghadapi tantangan dan undang-undang yang berbeda di setiap periodenya, sehingga revisi nama pemerintahan dalam undang-undang pemerintahan memberikan fleksibilitas yang diperlukan.
“Masing-masing presiden punya kendala dan permasalahan yang berbeda-beda, jadi menurut saya kebijakan menteri harusnya fleksibel, tidak berdasarkan angka dan nama yang kaku,” ujarnya.
Ia juga mengenang, pada masa pemerintahan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berbagai nama pemerintahan telah disiapkan.
“Saat ini sudah ada penambahan atau perubahan nama pemerintahan dari masa pemerintahan Ibu Mega menjadi Pak SBI, dan dari Pak SBI menjadi Pak Jokowi, dan kalau ada perubahan lain dari Pak Jokowi menjadi Pak Prabowo, saya belum tahu, ” dia berkata.
Sebelumnya pada Kamis (9/5/2024), Ketua Komisi II DRC Ahmad Doli Kurnia mengatakan, perlu adanya revisi UU Tahun 2008 untuk mengubah UU Kementerian Negara, agar Indonesia bisa. untuk menghadapi apa yang terjadi.
Read More : Katedral Jakarta Sisipkan Doa Novemdiales selama 9 Hari Masa Berkabung Paus
Menurut dia, aturan menteri tersebut sudah berlaku selama 16 tahun, sedangkan Indonesia telah mencapai kesuksesan besar dan dunia mengalami kemajuan pesat.
“Hanya dalam waktu tiga atau empat tahun sudah terjadi perubahan. Iklim dan proses pembangunan sudah banyak berubah, jadi saya rasa sudah saatnya undang-undang tersebut diperbarui,” kata Doli.
Ia juga mengatakan, rencana penambahan jumlah menteri menjadi 40 orang akan diperhitungkan dalam pembahasan rancangan undang-undang menteri yang akan dimulai pada komisi kedua Kongo.
Apakah diskusi ini masih bermanfaat?