Jakarta Barat, Berituatu.com – Polisi Metro Jakarta Barat (Jakarta Barat) melakukan serangan terhadap Kampung Bonkos, Pamra, Jakarta Barat, Kamis (2019.01.2024). Dalam serangan ini, bukti narkoba ditemukan, senjata tajam yang harus dilindungi oleh lusinan jenis metetamin positif.
Read More : IHSG Selasa 23 Juli 2024 Dibuka Menguat
Banyak rumah desa, yang dikenal sebagai tempat perdagangan narkoba, digerebek. Pihak berwenang segera menemukan pemukiman padat penduduk untuk menemukan obat -obatan dan bukti dari orang -orang yang mereka konsumsi.
Secara total, 32 orang aman beraksi. Di antara 32 orang, tergantung pada hasil uji urin, yang secara positif menunjukkan jenis obat metemphetamine. Pihak berwenang menyita sejumlah bukti, termasuk 21 gram menthaphetamine, perangkat hisap (bong), empat senjata sabit yang tajam, lebih ringan, alat tunggu digital dan lusinan korek api.
Metro Jakarta Barat Akbp Teuku Arsya Khadafi Wakil Kepala dengan Detektif AKBP Chandra Mata Rohansih mengungkapkan bahwa serangan itu adalah komitmen polisi kereta bawah tanah Jakarta barat, yang merupakan pemberantasan narkoba di Presiden Indonesia.
“Tindakan ini dipimpin oleh Kepala Polisi Metro Jakarta Barat. Dari hasil serangan itu, kami menyediakan 31 orang yang secara positif menyatakan bahwa mereka menggunakan narkoba, serta beberapa bukti, seperti sekitar 21 gram, empat senjata tajam, alat pengisap dan barang -barang lainnya milik kejahatan.” (12/19/2024).
Read More : Jokowi Tunjuk Bahlil Jadi Ketua Satgas Swasembada Gula dan Bioetanol di Merauke
AKBP Teuku Arsya mengatakan penjahat dan bukti disediakan untuk tes lebih lanjut di polisi metro Jakarta Barat. Dia mengatakan serangan seperti itu akan teratur untuk memastikan bahwa generasi muda akan menghindari penyalahgunaan narkoba.
Setelah serangan narkoba di desa Bonkos, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan: “Kami terus menyerang dan bekerja dengan sisi yang berbeda untuk menemukan solusi yang lebih besar untuk mengatasi peningkatan perdagangan narkoba di desa Bonkos.”