DEPOK, BERITASATU.COM- Teknologi dan kemajuan penelitian telah menunjukkan efektivitas dan keamanan serangkaian obat berbasis sayuran, sehingga lebih banyak orang percaya pada manfaatnya. Ketersediaan produk berdasarkan herbal yang berbeda dan mudah diakses, serta kampanye promosi melalui jejaring sosial, berkontribusi terhadap meningkatnya minat.
Read More : Ria Ricis Makin Menor Setelah Cerai dengan Teuku Ryan
Oleh karena itu, saya adalah Muncul melalui produk -produk dunia bekerja sama dengan Asosiasi Indonesia dari Cabang Depok City dan Rumah Sakit Margonda Madre Depok mengadakan seminar di Bunda Margonda, Depok, (2/2/2025). Tema “Peran dokter dalam transformasi obat herbal menjadi obat seperti jembatan untuk kesehatan holistik di era modern” meningkat, diharapkan bahwa seminar ini akan memperkenalkan efektivitas, keamanan, dan cara menggunakan penghinaan yang benar. Seminar Kesehatan dengan topik “Peran Dokter dalam Transformasi Herbal Metrik)
Obat herbal memiliki potensi besar untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Sebagai warisan budaya yang kaya akan kepemilikan, kedokteran herbal memiliki potensi untuk menjadi perawatan alternatif yang aman dan efektif, didukung oleh penelitian ilmiah.
Direktur PT Industri Jamu dan apotek adalah Muncul TBK, Dr. Menurut Irwan, ada banyak literatur dan jurnal penelitian yang membahas kunyit, jahe dan bahan -bahan lain dari masing -masing obat.
“Jadi tidak perlu menjelaskan dan melakukan studi klinis karena sudah ada eksperimen klinis pada obat -obatan herbal ini,” kata Irwan.
Penugasan pertama tes ilmiah dilakukan oleh para peneliti. Kedua, tugas pengusaha narkoba herbal adalah membuat produk standar. Yang ketiga termasuk pencarian literatur untuk didistribusikan kepada dokter untuk mengetahui cara menggunakannya.
“Jadi tidak perlu mengambil jalur khusus perawatan khusus untuk obat -obatan berbasis ramuan. Dokter hanya membaca dan memahami penggunaan obat -obatan berbasis sayuran melalui buku -buku yang kami kumpulkan dari hasil pencarian literatur,” tambah Irwan.
Irwan juga mengharapkan obat -obatan herbal terjadi dari kekayaan alam Indonesia yang diterima secara luas dan menjadi pasangan atau pendukung layanan kesehatan formal.
Seminar, yang dihadiri oleh klub medis, menghadirkan lima pembicara, pada sesi pertama disampaikan oleh Direktur PT Industri Jamu dan apotek Sido Muncul TBK, Dr. (H.C.) Irwan Hitalat, Dr. Yuliani, M.Kes dan Permawati saya, S.Farm, Apt.M.Farm. Diikuti oleh sesi kedua dengan orang sumber daya Dr. Resa Muti Wibowo, SP.PD, Finasim, MKES, CH, CHT dan Dr. Hardhi Pranaata, Sp.N, Mars.
Kali ini adalah Presiden Bahasa Depok, Dr. Arif Budiman Sp.M, Kepala Kantor Kesehatan Kota Depok yang diwakili oleh Sekretaris Kantor Kesehatan Kota Depok. Yulianci, M.Kes, presiden PB IMO diwakili oleh Sekretaris Jenderal PB ID. Ultul Albab Sp.og, presiden PT Bundatemek TBK Dr. Agus Heru Darjono, Pemimpin Digital dan Teknologi PT Bundatemek TBK BAYU JANITRA dan Direktur RSU Bunda Bundak Dr. Myna Octaviany Hospital, Mars.
Peresmian outlet sehat Sido Muncule 9 Healthy adalah Pegis Muncul di Rumah Sakit Umum Ibu Margonda, Depok. (Beritasatu.com/Yurike Metriani)
Pada kesempatan yang sama, pelantikan Sido Sido terjadi di Rumah Sakit Bunda Margonda di Depok, yang merupakan pintu keluar kesembilan. Sebelumnya, Sido Muncul telah berkolaborasi dengan rumah sakit lain, termasuk Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang, Rumah Sakit Solo di Bung Karno, Rumah Sakit Semarang Banyumanik, Bali Mandara Rsud, Rumah Sakit Ari Canti Ubud Gianyar di Bali, Rumah Sakit Jakarta Cempaka Cempaka.
Irwan mengatakan bahwa toko yang sehat hadir sebagai cara untuk maju untuk mendukung pasien untuk penyembuhan.
Read More : Polisi Gagalkan Penyelundupan Emas Batangan 10 Kg ke Surabaya
“Ini adalah titik balik di pintu masuk rumah sakit secara formal. Kami memasuki pasien untuk menentukan perawatan alternatif mereka,” jelasnya.
Produk -produk yang ada dalam produksi terus berlanjut Irwan, telah lulus dan berbagai fase penelitian, serta kualitas produksi terus dipertahankan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga mereka dapat memasuki rumah sakit.
Presiden PT Bundatemek TBK Agus Heru Darjono menyambut kerja sama dengan Sido Muncul dan mempromosikan obat -obatan berdasarkan pabrik yang merupakan kebijaksanaan lokal yang dapat terus tumbuh.
“Bekerja sama dengan Sido Muncul adalah hal yang baik untuk berkontribusi pada komunitas yang lebih sehat,” kata Agus.
Demikian juga, presiden Depok Branda Arif Budiman juga menyambut keberadaan toko -toko sehat di Rumah Sakit Ibu Margonda. Aief mengatakan bahwa transformasi pengobatan herbal di sektor kesehatan harus mendukung dunia medis sebagai jembatan perawatan yang sehat di era modern.
“Mari kita coba bagaimana transformasi obat berbasis herbal ini adalah obat yang mencakup kesehatan holistik di Indonesia. Kami, sebagai teknisi lapangan, akan memberikan perawatan alternatif untuk pasien. Saya yakin akan tampaknya akan terus memberikan dukungan kepada dokter dalam bentuk transformasi obat berdasarkan ramuan,” tambah Arief.
Kepala Kantor Kesehatan Kota Depok diwakili oleh Sekretaris Kantor Kesehatan Kota Depok, juga menghargai kerja sama yang dibuat oleh Rumah Sakit Sido Muncul dan ibu Margonda. Menurutnya, peran dokter dalam kombinasi dokter dengan kebijaksanaan lokal termasuk kedokteran herbal sangat penting.
“Transformasi kedokteran herbal di dunia kedokteran tidak hanya masalah manfaat bahan alami, tetapi juga bagaimana mentransmisikan pengetahuan kepada masyarakat dengan pendekatan ilmiah. Peran dokter sangat penting sebagai hubungan antara pengetahuan tradisional dan pengobatan modern sehingga untuk mengintegrasikan dan mendukung dan mendapatkan kesehatan yang optimal,” kata Yuliadi.
Salah satu peserta dalam seminar dan spesialis di bawah anestesi di Rumah Sakit Depok Amelia Martila mengatakan bahwa perawatan alternatif yang berasal dari budaya mereka telah memperluas visi untuk memberikan perawatan holistik kepada pasien.
“Oleh karena itu, itu tidak hanya tergantung pada pengobatan sains Barat. Diharapkan bahwa obat herbik akan terus berkembang sehingga menjadi pengobatan phytopharmak yang produknya tidak lebih rendah dari pengobatan gaya barat,” simpul Amelia.