Gelsenkkin, Beritasatu.com – Georgia mencatatkan kekecewaan terbesar dalam sejarah Euro dengan mengalahkan Portugal 2-0 pada Kamis pagi (27/6/2024) di HRS.
Read More : Piala Asia U-23: Penggalangan Dana oleh Pengusaha untuk Timnas Indonesia Capai Rp 27 Miliar
Georgia akan melaju ke perempat final Euro (babak 16 besar) berkat penalti Khvicha Kvaarskhelia dan Georges Mikautadze.
Portugal mengamankan satu tempat ke babak 16 besar dengan mengalahkan tim peringkat 2 di laga ini. Namun, kemenangan atas Portugal merupakan hasil terbesar Georgia sejak kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.
Hasilnya masih merupakan kejutan terbesar. Pasalnya, tim tersebut berada di peringkat 74 dunia, mampu mengalahkan Portugal yang menduduki peringkat 6 pada tahun 2016 dan menjadi juara Piala Eropa.
Georgia bahkan lolos ke Euro setelah mengalahkan Spanyol 1-7 pada September 2023.
Kemenangan di Georgia juga berarti Inggris akan menghadapi Slovenia, Rumania menghadapi Belanda, dan Portugal menghadapi Slovenia selama 16 tahun terakhir. Hongaria memperebutkan tempat ini di babak selanjutnya dan akhirnya tersingkir.
Dalam pertandingan Grup F lainnya pada hari Rabu, Türki memastikan tempat mereka di babak 16 besar dengan kemenangan 2-1 atas tim peringkat 10 Cesca Republika, yang kini harus mengemasi tas mereka.
Georgia, tim yang melakukan debutnya di Euro 2024, tampil menonjol pada menit kedua ketika pemain sayap Napoli Kvaratskhelia menyambut umpan Antonio Silva dan melepaskan tembakan datar Diogo Costa ke gawang Portugal.
Read More : Shin Tae-yong pun Tak Tahu, Ini Kiprah Timnas Sepak Bola Indonesia di Olimpiade 1956
Cristiano Ronaldo, penyerang timnas Portugal, berusaha menjadi pencetak gol tertua di Euro pada usia 39 tahun.
Namun Georgia bertahan seolah hidup mereka bergantung pada hasil dan berperang melawan Portugal. Pada menit ke-53, Silva melakukan pelanggaran di kotak penalti setelah ditinjau VAR.
Mikautadze mencetak gol penalti dan menjadi top skorer Euro 2024 dengan tiga gol.
Ronaldo menerima kartu kuning di babak pertama karena pelanggaran tersebut dan tampak frustrasi karena digantikan setelah menendang botol airnya di babak kedua. Ini adalah pertama kalinya dalam karirnya yang panjang ia gagal lolos ke babak penyisihan turnamen besar internasional.