Jakarta, Beritasatu.com – Parsiarikatan Muhammadiyah hari ini berusia 112 tahun. Hari ini, Senin, tanggal 18/11/2024 dirayakan secara besar-besaran oleh seluruh pemimpin daerah dan suku di tanah air dan luar negeri.  

Read More : Jennifer Lopez Tepis Isu Cerai dari Ben Affleck

Tema Milad Muhammadiyah Tahun 2024 adalah “Menyejahterakan Semua”. Perayaan terakhir HUT Muhammadiyah akan digelar pada 4-6 Desember 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan acara Tanveer. Sejarah Muhammadanisme adalah sebagai berikut.

Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 H di Koman, Yogyakarta, saat Indonesia masih menjadi wilayah jajahan Belanda. Pendiri dan pemimpin pertama organisasi Islam ini adalah KH Ahmed Dahlan.

Menurut situs resmi Muhammadiyah, Kay Ahmed Dahlan mendirikan Madrasah Deeniyah Islamiyah pertama, pada awal tahun 1921. Saat itu belum ada bangunan khusus. Proses belajar mengajar berlangsung di salah satu ruangan rumah Ahmed Dahlan dan diikuti oleh sembilan orang santri atau Santri.

Kai Ahmed Dahlaan memutuskan untuk menggunakan kekayaannya untuk membangun Sekolah Umum dan memutuskan untuk menjadikannya pusat pendidikan modern yang menggabungkan pengetahuan agama dan masyarakat.

Kay Ahmed Dahlan sesekali berbincang dengan siswa Kweekschool atau Sekolah Guru Hindia Belanda di Jatis, Yogyakarta. Setelah itu, ia terdorong untuk mendirikan perkumpulan untuk meneruskan Madrasah Islam lama.

Kemudian terbentuklah organisasi Muhammadiyah. Nama ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. Muhammadiyah artinya pengikut Muhammad. Nama tersebut pertama kali diusulkan oleh Muhammad Sangidu yang merupakan murid sekaligus sahabat Ahmad Dahlan. 

Ahmad Dahlan kemudian berdoa kepada Allah memohon petunjuk dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama Muhammadiyah dengan harapan masyarakat akan mengikutinya. 

Read More : 10 Alat Elektronik Rumah Tangga Paling Boros Listrik

Muhammadiyah merupakan wadah untuk melestarikan tauhid dan menghidupkan kembali keimanan Islam sesuai dengan tafsir Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. 

Dalam surat perkumpulan tersebut kepada pemerintah Hindia Belanda, tertulis tanggal berdirinya Muhammadiyah 18 November 1912. Namun mendapatkan izin dari pemerintah kolonial saat itu bukanlah perkara mudah.

Muhammadiyah baru diakui sebagai badan hukum di Hindia Belanda ketika mengeluarkan dekrit pada tanggal 22 Agustus 1914. 

Meski berbadan hukum, ruang lingkup kegiatan Muhammadiyah dibatasi oleh Hindia Belanda. Namun saat itu, pengawal Muhammadiyah tak kunjung turun tangan. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *