Jakarta, Beritasatu.com – Suara misterius yang disebut skyquake semakin sering terdengar di berbagai lokasi di dunia. Suara ini sebenarnya sudah ada selama lebih dari 200 tahun, namun para ilmuwan belum bisa menemukan penyebab dan asal muasal suara aneh tersebut.
Read More : Komisi X DPR Soroti Nasib Lulusan Sekolah Rakyat, Kerja atau Kuliah?
Diposting Dailymail, Senin (7/10/2024), langit ini terdengar di Belgia, Jepang, dan New York, AS. Suara gemuruh di langit membingungkan orang-orang, banyak yang salah mengira suara itu sebagai suara tembakan atau ledakan mobil.
“Para ilmuwan mencoba mencari tahu dari mana asal suara ledakan ini. Mereka bahkan mengemukakan teori seperti ledakan meteor di atmosfer, latihan militer, ledakan ranjau, serta badai atau gempa bumi di jarak jauh,” tulis Dailymail.
Sejak awal tahun 1800-an, gempa bumi di angkasa telah membuat orang terpesona. Gempa bumi pertama yang terdokumentasi terjadi pada tahun 1811 di New Madrid, Missouri, AS, ketika warga mendengar suara-suara aneh saat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter. Fenomena gempa bumi yang mengeluarkan suara misterius kini semakin sering muncul di berbagai negara di dunia. – (Google/-)
“Warga melaporkan mendengar suara ‘seperti artileri’ sebelum atau selama gempa.” Suara serupa dilaporkan selama gempa bumi Charleston, Carolina Selatan pada bulan Agustus 1886, yang terdengar beberapa minggu setelah gempa berkekuatan 7,3 skala Richter,” jelas Dailymail.
Sayangnya, pada tahun-tahun berikutnya, suara-suara tersebut tidak dapat diidentifikasi. Para ilmuwan kesulitan mengidentifikasinya karena waktu munculnya suara misterius ini acak dan tidak ada hubungannya dengan peristiwa alam lainnya.
Baru pada tahun 2020 para ilmuwan mulai menggunakan data seismik yang dikumpulkan oleh EarthScope Transportable Array (ESTA) pada tahun 2013. ESTA adalah jaringan lebih dari 400 stasiun seismik di seluruh Amerika Serikat yang mendeteksi gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tanah longsor.
Sebuah tim peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill membandingkan data ESTA dengan artikel surat kabar untuk menentukan apakah suara tersebut disebabkan oleh gempa bumi.
Read More : Facebook Messenger Punya Banyak Fitur Baru, Termasuk Kirim Foto HD
“Secara keseluruhan, kami yakin ini adalah fenomena atmosfer. “Kami tidak berpikir ini berasal dari aktivitas seismik,” kata Eli Byrd, peneliti yang terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Live Science.
“Kami berasumsi suara ini merambat melalui atmosfer, bukan melalui tanah,” lanjutnya.
Para peneliti juga berspekulasi kemungkinan lain adalah batuan luar angkasa yang meledak saat memasuki atmosfer bumi.
Ellie Byrd menambahkan, kemungkinan lainnya adalah peristiwa samudera, seperti gelombang besar yang menghantam pantai atau petir yang menyambar lautan.
“Kondisi atmosfer dapat sedemikian rupa sehingga suara diperkuat ke arah tertentu atau secara khusus memengaruhi area lokal tersebut,” jelasnya.