Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Komisi (KPC) telah mengendalikan kantor Jawa Timur pada hari Jumat (8/16/2024). Pencarian ini terkait dengan terkait dengan korelasi dan hubungan dengan penyelidikan korupsi.
Read More : Utang Indonesia Masih Aman, Disiplin Fiskal Jadi Kuncinya
“Penelitian hari ini dalam penelitian pemerintah Java Java di Java, juru bicara KPC Tesssa Mahrika, juru bicara KPC Tenta Mahrika, juru bicara KPC
KPC menyita banyak bukti dalam pencarian ini. Bukti diduga terkait dengan masalah investigasi.
“Sementara kami ditangkap dalam dokumen dan bukti elektronik bahwa kami menerima informasi tentang informasi ini,” kata Tessa.
KPC akan mencantumkan bukti yang disimpan dan menganalisisnya. Pengembangan kegiatan ini akan disajikan kepada publik.
Untuk fisity fiskal bank 2019-2022, East Apt dikenal dengan suap untuk dana hibah untuk pendanaan masyarakat. Melalui perkembangan ini, 21 KPC telah menunjuk 21 orang sebagai tersangka.
Juru bicara KPC Tenta Mahardhika berkata, “Tesssa Mahardhika, juru bicara KPC, Tesssa Mahardhika, mengatakan,” Juru bicara KPC, Tessa Tessa Tessa Mahardhika.
Read More : Timnas Australia Turunkan Pemain Paling Senior di Skuad
Tiga tersangka di Tessa adalah gubernur negara bagian dan diduga sebagai personel penyelenggara negara. Setidaknya 15 dari 17 tersangka adalah dua pemisahan swasta, termasuk pesta swasta.
KPC tidak secara resmi diberitahu tentang identitas para tersangka dan pembangunan kasusnya. Barang -barang akan dikirim ketika penyelidikan seharusnya cukup.
Tentang penyelidikan korupsi di dana pendanaan Java Timur KPC mengeluarkan perintah untuk meninggalkan perjalanan ke luar negeri. Indonesia telah berhenti tinggal di Indonesia untuk penyelidikan.