Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2024 (RUPST 2024), pada Selasa (30/4/2024). Pada RUPST 2024, perseroan memutuskan untuk menggunakan laba sebesar Rp 24,35 miliar sebagai laba ditahan atau tumbuh 112,47 persen. Selain itu, dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, perseroan telah melakukan perubahan anggaran dasar sesuai POJK 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum.
Read More : Kesal Putus Cinta, Pria Ini Tega Tusuk Pacar di Thamrin City Jakpus
CEO Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan Bank Raya fokus pada pengembangan bisnis digital yang efektif.
“Kami akan terus berinovasi untuk memberikan manfaat lebih bagi sektor kecil dan menengah Indonesia melalui pemanfaatan perbankan digital,” kata Bagus.
RUPST tahun 2024 ini telah menghasilkan beberapa keputusan yang tentunya mendukung visi Bank Pembangunan. Keputusan ini merupakan bentuk dukungan kuat dari para pemangku kepentingan terhadap manajemen untuk terus menyusun rencana pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.
Dengan disetujuinya agenda perubahan tata kelola perusahaan pada RUPST tahun 2024, maka struktur tata kelola Bank Raya adalah sebagai berikut:
Komite Gabungan Komisaris
– Komisaris Utama : Muhammad Siddique Heruwibowo
– Komisaris Independen : Johannes Kuntzoro AD S.
– Komisaris Independen : Retno Vahyuni Vyjayanthi
– Komisaris Independen : Christopherus Heru Budiargo *)
Dewan Direksi Bersama
– Direktur Eksekutif : Ida Bagus Ketut Subagia
Read More : Pertamina Teken MoU dengan Japan Cooperation Center for Petroleum & Sustainable Energy
– Direktur Manajemen Risiko Bisnis : Danar Vidyantoro
Identifikasi Pekerjaan Umum
– Direktur Keuangan : Rustarthi Suri Perthivi
– Direktur & Operasional Digital: Lukman Hakeem *)
– Direktur Ritel & Keuangan Agri : Kiki Andre Davetra *)
*)Efektif setelah lulus Uji Kelayakan Badan Jasa Keuangan
Strategi pertumbuhan jangka panjang mendukung pembangunan berkelanjutan
Pada tahun 2024, Bank Raya menyusun strategi bisnis untuk mencapai kesuksesan pasar dengan fokus pada 5 strategi pengembangan bisnis inti yaitu potensi pasar, pertumbuhan berkelanjutan dan pengembangan bank yang berfokus pada kekuatan saluran online to online (O2O) terbesar di seluruh Indonesia. Produk full digital (produk digital cross-sectional), memanfaatkan potensi bisnis di ekosistem BRI dan ekosistem digital lainnya. Raya Bank berupaya memperluas kapabilitas pasar bisnis digital, meningkatkan integrasi BRI Group melalui produk perbankan digital yang lebih kecil, lebih murah, lebih cepat, serta terus mengembangkan kapabilitas bisnis.
“Kinerja keuangan bank pada tahun 2023 juga menunjukkan pertumbuhan yang baik dan hal ini akan berlanjut pada operasional triwulan 1 tahun 2024 yang menunjukkan bahwa laba perseroan terus meningkat angkanya, hal ini disebabkan oleh komitmen dan upaya kami dalam pembangunan berkelanjutan. strategi bisnis jangka panjang untuk fokus pada pengembangan bisnis digital,” kata Bagus. Kata.