Jakarta, Beritasatu.com – Paparan HPV adalah paparan atau infeksi virus human papilloma yang ditularkan melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. 

Read More : Laporan Balik Suami BCL terhadap Mantan Istri Dilimpahkan ke Polres Jaksel, Ada Apa?

Jika tidak ditangani dengan baik, virus ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kutil kelamin dan kanker serviks.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Sub Spesialis Onkologi, Dr. Kartiva Hadi Nuryanto mengatakan, menerapkan pola hidup sehat dapat membantu wanita terhindar dari paparan human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks.

“Gaya hidup sehat, olahraga teratur, diagnosis dini, dan vaksinasi sudah cukup untuk mencegah kanker serviks pada wanita,” kata Dr. kata Kartiva, Kamis (8/8/2024) seperti dilansir Antara.

Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV yang menginfeksi leher rahim wanita. Jika virus ini tidak diimbangi dengan pola hidup sehat, seperti kurang olahraga atau pola makan tidak sehat, maka bisa berkembang menjadi kanker.

HPV menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat dideteksi melalui tes serviks, seperti Pap smear atau tes IVA. 

Kartiva menegaskan, HPV tidak diturunkan secara genetik sehingga sangat penting menjaga kebersihan alat kelamin wanita untuk mencegah infeksi.

“Apakah HPV bisa menular dari dudukan toilet? Bisa saja, karena virus bisa ditemukan di berbagai tempat dan bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, menjaga kebersihan menjadi kunci terhindar dari infeksi HPV,” ujarnya Dr. Kartiva menambahkan.

Read More : Pantai Greenthing Probolinggo Ramai Wisatawan Saat Libur Sekolah, Jadi Wisata Edukasi Mencari Kerang

Ia mencatat, kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian terkait kehamilan tertinggi di Indonesia, dengan angka hampir 250.000 kematian menurut data WHO. 

Meski jarang, pria juga bisa tertular HPV yang dapat menyebabkan kanker tenggorokan dan kanker area genital pria.

Untuk mengurangi kejadian kanker serviks, pemerintah telah meluncurkan pembaruan yang bertujuan agar 90% anak perempuan di Indonesia berusia 15 tahun menerima vaksinasi HPV gratis pada tahun 2027.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga diimbau untuk aktif mencari informasi mengenai vaksinasi HPV untuk mengurangi risiko tertular HPV pada anak perempuannya.

Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan tes Pap atau tes IVA setiap satu hingga dua tahun sekali dan tes ini ditanggung oleh BPJS.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *