Jakarta, Beritasatu.com – Penelitian yang dilakukan Geotab mengungkapkan bahwa bodi mobil listrik lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan baterai mobil listrik. Hal ini terjadi karena perusahaan mobil listrik sedang melakukan penelitian mendalam mengenai masa pakai baterai.
Read More : Tiket Kereta Api Libur Natal dan Tahun Baru di Daop 6 Yogyakarta Masih Tersedia
Sayangnya penelitian tersebut tidak sejalan dengan perkembangan bodi kendaraan listrik. Akibatnya, lama kelamaan bodi mobil listrik akan mengalami kerusakan terlebih dahulu dibandingkan baterainya.
Hasil studi Geotab diketahui melibatkan 1.000 mobil listrik. Dari penelitian tersebut dapat dipahami bahwa rata-rata degradasi baterai hanya 1,8% per tahun. Angka tersebut lebih baik dibandingkan temuan tahun 2019 yang tingkat kerusakan baterainya sebesar 2,3%. Artinya, perusahaan mobil listrik sangat fokus pada baterai mobil listrik.
Tak heran jika aki mobil listrik bisa bertahan hingga 20 tahun. Menurut Geotab, ini berarti banyak aki mobil listrik yang masih bisa digunakan meski mobil rusak.
“Jika rata-rata aki mobil listrik berkurang 1,8% per tahun, maka aki akan memiliki kesehatan lebih dari 80% setelah 12 tahun, lebih lama dari rata-rata umur mobil yang hanya 15 tahun,” tulis Geotab, dikutip dari Electrek, Jumat (20/20). /9/2024).
Meski banyak mobil listrik yang memiliki teknologi canggih, seperti manajemen suhu aktif, namun kendaraan listrik ini rentan mengalami kegagalan mekanis. Kendaraan berbahan bakar bensin biasanya rusak dalam waktu kurang dari 20 tahun, dan hal ini juga berlaku untuk kendaraan listrik. Produksi mobil listrik memang membutuhkan material logam tanah jarang (rare earth metal) yang saat ini dikuasai China. – (Kemenangan Metal Australia/-)
Read More : Scarlett Johansson Kritik OpenAI atas Penggunaan Suaranya Tanpa Izin dalam Aplikasi Perintah Suara
Geotab menekankan pentingnya memahami perbedaan antara berbagai kendaraan listrik yang tersedia. Studi tersebut menemukan variasi signifikan dalam degradasi baterai di antara 11 model yang diperiksa. Banyak faktor, seperti frekuensi dan iklim pengisian cepat, juga memengaruhi kinerja baterai, terutama di wilayah yang lebih hangat.
“Yang jelas pemilik mobil listrik sebaiknya lebih fokus pada perawatan bodi mobil dibandingkan perawatan aki. Aki, meski mahal, bisa bertahan lama, sedangkan bodi mobil bisa rusak dalam waktu masih dini,” jelas Geotab.
Geotab berharap produsen mobil listrik menyikapi temuan tersebut dengan melakukan penelitian dan menciptakan bodi mobil listrik yang lebih kuat.