Jakarta, Beritasatu.com – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polo Komarudin meminta orang untuk tidak menggunakan segala cara untuk menghindari bahkan sistem yang aneh yang menggantikan pelat penghitung. Dia memastikan untuk mengejar pengemudi sampai dia bisa.

Read More : Ini Bocoran Daftar Kementerian dan Kemenko Prabowo-Gibran, Ada 12 Kementerian Baru

“Sebelum Ethel dilakukan pada satu sistem untuk sistem yang sama. Setelah diverifikasi oleh orang -orang,” ia biasanya menggantikan aneh, “katanya ia berada di substrat pada hari Sabtu, Sabtu (24.9.2025).

Menurutnya, mengganti jumlah tanda hanya menghindari – sistem yang terlibat dalam hukum pidana.

“Dalam sistem tertentu, sistem, misalnya, 8.000, yang seharusnya pindah ke daerah tersebut, tetapi faktanya melewati jumlah ini,” katanya.

“Perubahan dewan numerik tunduk pada hukum pidana untuk pemalsuan,” katanya.

Melihat kelakuan buruk masyarakat, membuat polisi dengan cepat pindah ke pembaruan kartu elektronik atau etle.

Read More : Canda Prabowo: Hati-hati Banyak Kader Gerindra Saya Susupkan ke Partai-partai

“Sistem terbaru kami membantu kami, dari mana pengakuan atau pengakuan wajah seseorang akan ditemukan, meskipun kami menggunakan topeng jika kami pasti menemukan seseorang sampai kami,” katanya.

Selain menggunakan kamera deteksi wajah, Kombes Paul Komarudin memastikan bahwa hasil penangkapan pada kamera dapat melihat secara rinci di dalam mobil secara keseluruhan.

“Setelah memperbarui, hasil kamera ethle dapat diperluas, segala sesuatu di dalam mobil dapat dilihat dengan jelas,” Komisaris Regional Metro Jaya, Dirranas, Komarudin, melalui sistem deteksi pengemudi yang mengganti nomor pelat dalam sistem seragam.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *