JAKARTA, Beritasatu.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah harus mendorong mobil hybrid. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikendo) mengamini usulan pemerintah memberikan insentif bagi mobil hybrid.

Read More : Bagus Saputra Pernah Nikahi Barbie Kumalasari di Usia 19 Tahun, Kini Kembali Menjadi Suami Baru

“Kami sepakat perlu ada insentif untuk mobil hybrid juga, meski tidak sebesar mobil full listrik,” kata Presiden Gaikendo I Jongkie D Sugiarto, Jumat (30/08/2024) dari Antara.

Jongki menilai mobil hybrid layak mendapat insentif karena lebih irit bahan bakar dibandingkan mobil konvensional, yakni mobil bermesin pembakaran internal (ICE).

Dengan menggabungkan ICE dan motor listrik, mobil hybrid dapat mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Hal ini tidak hanya menghemat uang konsumen, namun juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Kemampuan ini membantu mengurangi emisi, menjadikan mobil hibrida sebagai pilihan yang lebih ramah lingkungan dan membantu pemerintah mencapai target nol emisi pada tahun 2030.

Selain itu, mobil hybrid akan mengurangi polusi karena mesin ICE pada mobil tersebut jarang menyala. Sebagian besar tenaga penggerak dilakukan oleh motor listrik, terutama pada kecepatan rendah atau saat berhenti, sehingga mengurangi emisi secara signifikan dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil.

Keunggulan tersebut menjadikan mobil hybrid sebagai pilihan ideal untuk kota-kota besar dengan tingkat polusi yang tinggi.

“Mobil hybrid jauh lebih hemat bahan bakar, lebih sedikit polusi, karena mesin ICE jarang hidup, bisa langsung hidup,” kata Jongki.

Keunggulan utama mobil hibrida dibandingkan mobil listrik sepenuhnya adalah kemampuannya untuk berkendara secara instan tanpa memerlukan infrastruktur stasiun pengisian daya. Mobil hybrid tidak memerlukan pengisian daya eksternal, karena baterai terisi secara otomatis saat mobil sedang melaju.

Read More : Ajak Anak Kenakan Hijab Sambut Ramadan, Ayu Ting Ting Tuai Pujian Netizen

Hal ini membuat adopsi menjadi lebih praktis dan mudah bagi masyarakat luas, terutama di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian daya yang memadai.

Harga mobil hybrid juga tidak semahal produksi mobil full listrik sehingga harganya lebih terjangkau masyarakat.

Selain biaya yang lebih rendah dan manfaat yang signifikan, lanjut Jongki, pemberian insentif pada mobil hybrid dapat mendorong adopsi kendaraan yang lebih ramah lingkungan di masyarakat luas.

Mobil hybrid juga tidak memerlukan infrastruktur stasiun pengisian yang disebut Stasiun Pengisian Umum Kendaraan Listrik (SPKLU), biaya produksinya tidak semahal mobil listrik sehingga terjangkau masyarakat luas, tambahnya.

Sebelumnya, pada awal Agustus lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlanga Hartarto memastikan tidak ada tambahan kebijakan baru di sektor otomotif pada tahun ini.

Tanpa perubahan, berarti pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan pemberian insentif bagi kendaraan hybrid di Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *