Jakarta, Beritasatu.com – Anggota senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zainut Tahud Saadi mengaku sangat khawatir dengan kegagalan pencalonan PPP di parlemen 2024-2029. Menurut Zainut, pimpinan dan elite PPP harus segera meminta maaf kepada masyarakat karena gagal membawa PPP kembali ke Senayan.

Read More : KPK Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi Eks Bupati Kotawaringin Timur

“Segera meminta maaf kepada masyarakat kepada pimpinan dan elite PPP karena gagal melewati ambang batas pemilu PPP 2024. Elit mengundurkan diri dengan jujur ​​dan bebas,” kata Zainut kepada wartawan, Minggu (16/16/2024).

Zainut mengatakan, kegagalan PPP masuk Senayan merupakan musibah besar bagi seluruh kader dan simpatisan partai, yang merupakan lambang Kaba yang selalu setia dan selalu meyakini PPP sebagai wadah iman dan perjuangan. aspirasi politik mereka. Menurut dia, penurunan tiket PPP merupakan harga yang harus dibayar oleh pimpinan partai dan elite yang tidak peka terhadap sentimen publik.

Menurutnya, hal ini tercermin dari ketidakmampuan para pemimpin dan elite dalam mengelola konflik internal partai dengan baik, bahkan sebagian elite memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan konflik secara terbuka. 

Wajar jika masyarakat menghukum PPP dengan tidak memilih pada Pemilu 2024 karena bosan melihat partai yang menghina agama namun sering bentrok kepentingannya, tegasnya.

Zainut juga mengimbau para pimpinan, elite, dan kader PPP di seluruh tingkatan tidak saling menyalahkan dan mencari biang keladi di balik kemunduran PPP. Lebih lanjut, dia mengatakan melakukan kegiatan sabotase justru akan merusak citra PPP. 

“Segera konsolidasi organisasi, perkuat komunikasi, jalin persaudaraan dan tingkatkan semangat kader dan simpatisan PPP akar rumput,” ujarnya.

Read More : Prabowo, Anies, dan Sejumlah Tokoh Kirim Karangan Bunga untuk Salim Said

Selain itu, Zainut mengatakan, pimpinan dan elite PPP segera merenungkan bencana ini untuk mencari cara yang tepat untuk membangun kembali PPP di masa depan.

Saya juga meminta para elite politik untuk tidak melontarkan pernyataan-pernyataan yang tidak kontroversial, karena bisa menimbulkan argumentasi yang tidak efektif, pungkas Zainut.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *