Jakarta -Kedutaan Besar Indonesia di Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur khawatir tentang kasus seorang gadis berusia 17 tahun dari distrik Sacti, meminta REGENY, Aceh, yang seharusnya dilanggar oleh Luar Negeri Luar Negeri (WNA (WNA ) di Malaysia. Kedutaan Besar Indonesia akan memulangkan inisial paf ike aceh.
Read More : Tak Hanya Sandra Dewi, Kejagung Juga Periksa Helena Lim Terkait Kasus Korupsi Timah
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanggal Malaysia ‘Indra Hermono SA, Kedutaan Besar Indonesia telah memberikan keamanan PAF dan bantuan psikologis sejak 31 Desember 2024.
“Dari hasil informasi yang relevan, itu cenderung menjadi semacam pelecehan seksual. Kami telah membawanya ke psikolog untuk menerima konsultasi psikologis,” kata Herritasatu.com, Kamis (2/1/2025) mengatakan.
Kedutaan besar Indonesia di Kuala Lumpur berjanji untuk memulangkan PAF, yang diduga menjadi korban perdagangan manusia (TPPO) ke desanya di Aceh.
Polisi Regional Inderda Ba Aceh untuk menyelidiki kasus TPPO yang dialami PAF. Itu adalah klaim bahwa gadis itu dibawa ke Malaysia untuk agennya dengan dokumen identitas yang dipalsukan. Dia baru berusia 17 tahun, diubah menjadi 24 tahun.
“Kami meminta Polisi Regional Aceh untuk mempersiapkan bagian yang bertanggung jawab dari mengirim orang yang bersangkutan lebih karena itu adalah pemalsuan dokumen yang mengubah nama dan usia,” kata Indra.
“Ini jelas termasuk dalam kategori TPPO karena usia nyata tetap lebih rendah, hanya penggunaan dokumen yang dipalsukan untuk meningkatkan usia,” pungkasnya.
Read More : Pimpinan DPR Sidak Distribusi dan Harga Gas LPG 3 Kg di Palmerah, Ini Hasilnya
Sebelumnya, dilaporkan bahwa seorang gadis berusia 17 tahun adalah korban perdagangan manusia dan diperkosa oleh orang asing di Malaysia. Kasus ini viral di jejaring sosial.
Dalam sebuah video singkat yang beredar dalam kelompok WhatsApp dan di jejaring sosial yang disebutkan di atas, gadis itu diikat dan kemudian diperkosa oleh lima pria dari Banglades, Cina, India, Melayu dan Jepang suatu malam di sebuah hotel di Malaysia.
Gadis yang menjadi korban pemerkosaan diselamatkan oleh komunitas Achada Seise di Malaysia dan dipulangkan ke Indonesia.
Dalam video yang didistribusikan ke jejaring sosial, Ace of Malaysia mengatakan bahwa gadis itu baru berusia 17 tahun dan kemudian agen yang direkrut untuk dipekerjakan ke Malaysia.