Surabaya, Beritasatu.com – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas mengamini gagasan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Emil Dardak, agar pemerintah dan swasta bekerja. bersama-sama memberikan manfaat bagi Indonesia dan perekonomian lokal.

Read More : Heri-Sholihin Ajukan Gugatan Hasil Pilwalkot Bekasi 2024 ke MK

“Secara daring, dengan pemikiran yang sama, dengan pemahaman yang sama, kerjasama antara pemerintah, swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk kepentingan pembangunan di Jatim sangat penting,” kata Tony dalam “Round Table Investors Daily ( IDRT)” di Hotel Morazen, Surabaya, Jumat (21/6/2024).

Ia mengatakan, kerja sama tersebut sudah dilakukan Freeport di Jatim dan akan terus diintensifkan agar potensi Jatim dapat tergarap secara maksimal. “Khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, dalam rangka investasi untuk lebih mendongkrak perekonomian Jatim, pada akhirnya bagi perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Tony berharap KEK Gresik dapat mempercepat akselerasi perekonomian, baik secara spasial maupun nasional di tahun-tahun mendatang. “Kami berharap dengan selesainya pembangunan smelter Freeport Indonesia di sini dapat menjadi driver atau multiplier effect yang besar bagi perekonomian Jawa Timur,” jelas Tony Wenas.

Selain itu, smelter kedua PTFI ini memiliki kapasitas konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun yang dapat digunakan dalam proses transfer energi khususnya untuk ekosistem kendaraan listrik. 

Read More : IHSG Selasa 10 September 2024 Dibuka Menguat 37,7 Poin

Katoda tembaga yang dihasilkan akan menjadi bahan baku berbagai industri, seperti bahan baku kawat atau kabel, batangan tembaga, baterai kendaraan listrik, panel surya, bubuk tembaga, strip tembaga, pipa tembaga, atap dan cat tembaga.  “Ini akan sangat berguna untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia,” kata Tony.

Freeport Puji IDRT Usai dialog, Tony Wenas mengapresiasi acara IDRT. Menurutnya, IDRT sangat bagus dan pembahasannya terfokus pada pokok bahasan. “Acaranya bagus sekali, saya senang sekali. Pembahasannya fokus dan tidak lama. Meski memakan waktu lama, tapi sangat efisien,” kata Tony Wenas.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *