Yakarta, Bertasat.com. Banyak wanita yang merupakan anggota Forum Wanita yang Ditolak (FPTP), Rabu (21/21 tahun 2012) melakukan tindakan damai. Mereka meminta Anung dari industri gubernur Yakarta Anung untuk mengambil langkah -langkah yang menentukan terhadap sipil negara (ASN) dan para pejabat yang terlibat dalam praktik poligami dan perselingkuhan.

Read More : Resmi Bebas dari Penjara, Ini yang Pertama Kali Dilakukan Teddy Pardiyana

Dalam aksi tersebut, koordinator FTP Fero Leslesi Campo memberikan doa, yang dikonfirmasi oleh industri Gubernur Anung, yang secara terbuka menolak praktik poligami ASN dalam pemerintahan provinsi DKI Yakarta.

“Kami, forum wanita, menolak poligami, sepenuhnya mendukung sikap gubernur yang menolak untuk poligami para perwira. Kami juga memilih janji gubernur untuk bertindak secara tegas terhadap poligami atau orang yang tertipu,” kata Fero.

Menurut ini, aktivis FPTP lainnya mengatakan bahwa para pejabat dan ASN, yang telah terbukti telah melakukan poligami, harus ditolak dari posisi mereka yang melanggar aturan dan merusak integritas birokrasi.

“Gubernur yang kami hormati memintanya untuk segera mengambil posisi yang solid dengan pejabat poligami. Mereka harus diberhentikan jika mereka telah menunjukkan bahwa mereka melanggar aturan yang ditetapkan,” katanya.

FPPP juga mendesak inspeksi Yakarta untuk menyelidiki ASN, yang diindikasikan untuk mempraktikkan poligami dan membangun hubungan ilegal. Mereka mendorong ASN, yang telah terbukti melanggar etika untuk secara sukarela meninggalkan posisi mereka.

“Kami juga meminta semua orang yang tidak berpartisipasi dalam hubungan ilegal atau tindakan etis yang dialihkan dan sedikit untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif,” pungkasnya.

Read More : Rizky Febian dan Mahalini Rilis Single BeRMuara Jelang Pernikahan 8 Mei 2024

Gubernur Yakarta dari Anung Industrial telah mengkonfirmasi bahwa ia telah menolak praktik poligami antara ASN. Dalam bahasa perdananya setelah dibuka pada tahun 2025. Pada 21 Februari, industri menyatakan:

“Selama kepemimpinan saya, jika ada bawahan, terutama pejabat yang melakukan poligami atau menipu, saya pasti akan menghilangkan posisi mereka,” kata industri.

Industri ini juga percaya bahwa aturan sebelumnya yang memberikan celah untuk poligami melalui gubernur Uberun (Pergub) tidak selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang ingin ia terapkan. Dia berkomitmen untuk tidak toleran terhadap praktik poligami ASN DKI di pemerintahan provinsi Yakarta selama masa kepemimpinannya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *