JAKARTA, Beritasatu.com – Saham-saham bank berkapitalisasi besar mengalami fluktuasi dengan tren melemah dalam beberapa pekan terakhir setelah berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) pada awal tahun 2024.
Read More : Sempat Viral, Film Sebelum 7 Hari DirIlis ke Layar Lebar
“Saat ini banyak investor yang masih melakukan perhitungan ulang sehingga nilai saham perbankan akan turun,” kata Kepala Investasi Infovesta Utama saat membuka Investor Market IDTV, Rabu (29/5/2024).
Saham-saham perbankan masih jauh untuk kembali ke wilayah ATH, katanya, meski turun lebih dari 20% dari level tertingginya, namun pelaku pasar tidak perlu khawatir karena secara historis saham-saham perbankan secara fundamental masih sehat, kata Wawan. Jadi saya kira tidak akan kembali lagi, berapa lama untuk kembali ke tahap perbaikan? Bisa bermacam-macam, tapi biasanya pasti kembali dalam 1-2 tahun, jelasnya.
Wawan mengatakan, selain mendapat untung dari apresiasi harga saham (capital gain), saham perbankan juga membagikan dividen. Pasalnya, banyak emiten sektor keuangan yang membagikan dividen sebagai arus kas kepada investor karena masih untung.
Read More : Tips Beli Rumah Ramah Lingkungan dengan KPR BRI untuk Rumah Pertama
“Dalam jangka panjang, setidaknya tahun depan, bank-bank seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA); PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) boleh mengoleksi saham.