Jakarta, Beritaseu.com – diyakini bahwa Syariah Fintech di Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dengan cepat dan mengambil apartemen di Bursa Efek Indonesia (IDX) dalam dua tahun ke depan.

Read More : Jelang Indonesia vs Irak, Ini Wejangan Erick Thohir ke Pemain Timnas U-23

Asosiasi Indonesia Syariah Fintech (AFSI) juga terus memberi makan pendidikan bagi industri dan aktor publik untuk memahami peluang keuangan melalui pasar modal, termasuk perekaman penawaran umum perdana (IPO).

Wakil Presiden AFSI Muhamad Ismail menekankan pentingnya upaya untuk membuka visi para aktor Syariah yang terkait dengan mekanisme dan manfaat OIP. Menurutnya, meskipun kontribusi saat ini dari sektor keuangan Islam masih terbatas, peluang untuk mengembangkan -Ini masih sangat terbuka.

“Kami bekerja dengan IDX (Tas Indonesia) untuk menyediakan pendidikan OIP yang berkisar dari peluang, tantangan, hingga proses yang perlu disahkan.

Ismail juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki beberapa manfaat yang mendukung sistem fintech syariah, sebagai populasi Muslim terbesar di dunia, dan pertumbuhan preferensi masyarakat dalam produk keuangan berdasarkan prinsip -prinsip Syariah.

“Syariah Fintech adalah bagian penting dari sistem keuangan Islam nasional. Kami percaya sektor ini mungkin menjadi solusi nyata untuk tantangan pasar, terutama dalam inklusi dan akses keuangan,” katanya.

Dia menambahkan, selama dua tahun ke depan, sektor fintech Islam lebih teknis dan mendasar untuk maju ke tingkat berikutnya melalui IPO.

Read More : Kontingen Siwo Jakarta Siap Bersaing di Porwanas 2024 Banjarmasin

“Dua tahun ke depan dapat menjadi periode transisi utama. Jika industri ini dapat memperkuat dasar -dasarnya, memperluas volume bisnis, IPO bukan tidak mungkin,” kata Ismail.

Sebagai bentuk dukungan khusus, AFSI dan BEI mengadakan lokakarya publik untuk memperkenalkan persiapan industri Syariah Fintech ketika memasuki pasar modal. Kegiatan ini adalah bagian dari strategi untuk memelihara kontribusi sektor keuangan Islam terhadap ekonomi nasional.

Acara ini juga terlibat oleh Dewan AFSI Sandiaga Un -Supervisor, Direktur Pengembangan BEI dan Gede Nyoman, serta kepala unit pengembangan dan pengembangan UKM Bei Alan Fatih.

Dengan stimulus kooperatif ini, AFSI berharap bahwa Syariah Fintech akan dapat segera memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem keuangan Indonesia, termasuk dengan pendaftaran saham di bursa segera.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *