JAKARTA, Beritasatu.com – Pelatih tim nasional (timnas) Inggris Gareth Southgate menegaskan timnya membutuhkan gelar agar bisa dianggap sebagai pembangkit tenaga listrik di dunia sepak bola. Kemenangan melawan Spanyol di final Euro 2024, Minggu dini hari (14/7/2024) atau Senin (15/7/2024) WIB akan menorehkan nama Inggris dalam sejarah.
Read More : 50 Ucapan Hari Lahir Pancasila, Simpel tetapi Bermakna
Meski dianggap sebagai tempat lahirnya sepak bola, timnas Inggris hanya punya satu trofi bergengsi, yakni Piala Dunia 1966 yang mereka raih di kandang sendiri. Selama 58 tahun berikutnya, Inggris tidak pernah memenangkan trofi, dan ekspektasi para penggemar biasanya berakhir dengan kekecewaan.
“Kami sudah berusaha mengubah pola pikir kami sejak awal, kami berusaha lebih jujur tentang posisi kami sebagai bangsa sepakbola,” kata Southgate dalam jumpa pers jelang final, Sabtu (13/7/2024). Euro 2024 dikutip di situs web. .
“Kami harus melakukannya. Kami harus mendapatkan trofi ini agar benar-benar mendapatkan rasa hormat dari seluruh dunia sepak bola,” tambahnya.
Southgate, yang gagal mengambil penalti saat menjadi pemain di Euro 1996 saat Inggris kalah di semifinal dari Jerman, mengatakan Euro 2024 merupakan hasil kerja keras tim yang dilatihnya sejak 2016.
“Kami sudah bermain di Piala Dunia, Euro dan kami biasanya diunggulkan. Ekspektasi kami tinggi, tapi itu tidak sesuai dengan penampilan kami. Sekarang kami tampil konsisten di tiga dari empat turnamen terakhir,” katanya.
Sebelum kedatangan Southgate, Inggris secara mengejutkan dikalahkan Islandia di babak 16 besar Euro 2016. Di bawah asuhan Southgate, Inggris dua kali mencapai final Euro (2020 dan 2024) serta semifinal Piala Dunia 2018.
Di Euro 2024, Inggris mengawali turnamen dengan lambat dengan satu kemenangan dan dua kali seri di babak penyisihan grup. Inggris lolos ke babak sistem gugur dengan mengalahkan Slovakia, Swiss, dan Belanda. Uniknya, dalam ketiga laga babak knockout tersebut, Inggris selalu tertinggal terlebih dahulu, sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan lolos ke babak selanjutnya.
Read More : Ini Atlet Pembawa Obor pada Pembukaan PON Aceh-Sumut 2024
“Seiring berjalannya turnamen, kami harus menemukan cara bermain yang berbeda. Saat kami masuk, kami mengalami banyak masalah, terutama di lini belakang, banyak pemain yang melewatkan banyak pertandingan menjelang akhir musim,” kata Southgate. . .
“Kami mencoba menemukan keseimbangan yang tepat untuk pemain ofensif kami karena kami memiliki bakat luar biasa namun banyak yang suka bekerja di area yang sama. Kami pikir kami mulai menemukan keseimbangan itu,” tambahnya.
Menurut mantan pemain sekaligus pelatih Middlesbrough itu, peluang Inggris mengukir sejarah sudah di depan mata. Southgate memahami perjuangan The Three Lions akan dinilai dari berhasil tidaknya mereka meraih gelar juara.
“Saya tidak percaya pada dongeng. Saya percaya pada mimpi. Kami punya mimpi besar tapi kemudian Anda harus mewujudkannya dan berjuang,” kata Southgate.
“Tentu akan menjadi cerita yang indah, namun kami harus memberikan performa terbaik. Kami tidak takut dengan apa yang mungkin terjadi, karena jika kami tidak takut kalah, maka peluang kami untuk menang akan lebih besar,” tutupnya. .