Jakarta, Beritasatu.com – Setelah memutuskan untuk beristirahat dari dunia musik, ia menghabiskan sebagian besar waktu untuk petualangan dan menikmati hobinya, yaitu mendaki dari pegunungan, salah satunya berada di puncak Cartenz di Papua.
Read More : Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan, Sejarawan: Jangan Abaikan 1965
Tetapi ketika mereka naik ke puncak Cartenz di Papua, Fiersa mengalami peristiwa tragis dan memilukan. Dua wanita yang merupakan anggota kelompok pendakian, Elsa Laksono dan Lilia Wijayanti, dilaporkan meninggal.
Setelah mengetahui kejadian ini Fiers Besari pada hari Minggu (3 Maret 2015), ia menyatakan kekecewaannya melalui rekaman di media sosial (media sosial). Dalam ceritanya Instagram dia menyerahkan @Fiersabesari, mengambil foto hati yang retak, dan akhirnya memberikan lagu dari Fiesta, dengan latar belakang hitam sebagai tanda kesedihan.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Fiers Besari, dia pergi dengan sembilan orang lainnya, termasuk Elsa Laksono dan Lilies Wijayanti, serta lima pemandu. Elsa dan Lilia dilaporkan meninggal pada 1 Maret 2025, diduga karena hipotermia atau penyakit batuan akut (AMS).
Kronologi dalam pendakian yang fatal ini dimulai dengan sekelompok pendaki yang terdiri dari 10 pendaki dan lima pemandu dan memulai perjalanannya pada 28 Februari 2025.
Di puncak, kondisi cuaca ekstrem disebabkan oleh dua pendaki Jakarta dan Bandung untuk mengalami hipotermia, ketika 1 Maret 2025 sekitar 02.07 dari lelucon itu mengalami hipotermia.
Kedua korban dievakuasi oleh pendaki dan wali dan sekarang ada dua di teras. Pada saat yang sama, tubuh Elsa sekarang telah tiba di Rumah Sakit Kabupaten Mimika, sementara tubuh Lilia masih berada di teras dan mengevakuasi rumah sakit yang sama. Keduanya akan dibawa ke Timika dan terbang ke Jakarta.
Read More : Lesti Kejora Hamil 3 Bulan, Rizky Billar: Semoga Bisa Lahir di Tahun Naga
Kepala Polisi Mimika Ketua Komisaris Adjunctive Billyandha Hildiario Budiman menyatakan, Fiers Besari State dan tujuh pendaki lainnya bersama dengan lima pemandu dalam keadaan sehat.
“Fiersa Besari dalam keadaan sehat dan sudah berada di hotel. Namun, kami belum menerima informasi tentang kapan mereka kembali ke rumah. Evakuasi kedua organ akan berjalan lancar,” kata Kepala Polisi Mimika.
Selain Fiers Besari, Papua juga terdiri dari beberapa pendaki lainnya, termasuk Elsa Laksono dan Lilia Wijayanti yang meninggal, dan Indira Alaika, Furki, Saroni, Ludy Hadiyanto, dua pendaki dari Turki dan pendaki dari Rusia. Mereka ditemani oleh lima pemandu, yaitu Nurhuda, Alvin Perdana, Arlen Kolinug, Jeni Dainga dan Ruslan.