Jakarta, Beritasatu.com – Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) 2024 bekerjasama dengan KaryakreatifIndonesia (KKI) digelar di JCC Senayan, Jakarta pada 1-4 Agustus 2024. Data hingga hari ketiga pameran, transaksi mencapai Rp 15,3 miliar dan penjualan online mencapai Rp 83,9 miliar, selain KKI 2024 juga tercatat kegiatan business match match (BM) ekspor senilai R264,7 miliar. Hal ini termasuk melaksanakan ekspor dan menandatangani perjanjian perdagangan dengan 22 pembeli potensial dan agregator ekspor dari 11 negara (Indonesia, Jepang, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Mesir, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Australia, Belanda, dan Prancis)
Read More : Tepati Janji, Nikita Mirzani Live Bareng Lolly
Ratusan UMKM dari berbagai sektor. Pamerkan produk dan layanan mereka Salah satunya, Rumah Tenun Kampung Bandar Rina, perwakilan UMKM mengungkap keunikan tenun tradisional Melayu Riau yang diproduksi dengan tangan menggunakan ATBM.
“Fitur kain kami merupakan motif yang terinspirasi dari alam dan budaya Melayu Riau. Kami senang bisa terlibat dalam acara ini dan berkesempatan untuk mempresentasikan produk kami kepada khalayak yang lebih luas,” kata Rina.
FEKDI x KKI 2024 juga memfasilitasi akses layanan dan pembayaran digital bagi UMKM. Rina mengakui pemanfaatan pembayaran digital membawa banyak manfaat bagi UMKM miliknya.
“Dulu semua transaksi harus menggunakan uang tunai. Sekarang dengan pembayaran digital Segalanya menjadi lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Selain kesempatan memperluas jaringan bisnis, UMKM mendapatkan wawasan mengenai tren pasar, teknologi, dan strategi bisnis yang efektif.
“Kami mendapat ilmu baru. Banyak sekali tentang bagaimana mengembangkan bisnis kita. dan memantau perkembangan saat ini,” tutupnya.
Dini Prianto, salah satu tamu setia FEKDI x KKI pun mengungkapkan rasa syukurnya atas acara tersebut.
“Tujuan saya datang ke sini bukan sekadar mencari produk bagus. tapi juga untuk mendukung UMKM Indonesia.” Saya senang melihat perkembangan UMKM kita semakin pesat. Kualitas produk juga sangat baik. Tidak kalah dengan produk luar negeri,” kata Pak Dini.
Dini juga memuji inisiatif Bank Indonesia dalam memfasilitasi transaksi digital pada acara tersebut.
Read More : Bersiap Hadapi Periode Libur Nataru, BRI Bagikan Beragam Cara Praktis Top-Up Saldo BRIZZI
“Membayar melalui aplikasi sangat mudah dan aman. “Saya yakin ini akan mendorong inklusi keuangan di masyarakat,” tambahnya. Closing Ceremony dan Pameran Karya Kreatif Muda pada Minggu 4 Agustus 2024 (Beritasatu.com/Gesa Vitara)
Sementara itu Pada acara penutupan dan presentasi karya kreatif pemuda, Minggu (8/4/2024), Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Hal ini menyoroti pentingnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia. Ia juga menekankan perlunya sinergi antar instansi pemerintah. pelaku usaha dan perbankan untuk mendorong pertumbuhan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital
“UMKM yang teknologinya paling sedikit pun berkontribusi signifikan terhadap PDB kita. Bayangkan jika teknologi bisa diterapkan secara maksimal di UMKM kita,” kata Destry.
FEKDI 2024 sukses menyita perhatian masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai 17.000 orang, dan nilai transaksi yang dihasilkan dari acara ini mencapai hampir seratus miliar rupee.
”Pentingnya kerjasama dan inovasi dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. “Dengan memanfaatkan teknologi digital dan menciptakan ekosistem yang mendukung, UMKM di Indonesia dapat semakin kompetitif dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” tutupnya.
Penyelenggaraan FEKDI x KKI 2024 merupakan wujud kuatnya kerja sama antar pemerintah. Bank Indonesia industri keuangan dan pembayaran serta UMKM. Acara ini bertujuan untuk merayakan kemajuan pesat transformasi digital Indonesia. dan komitmen bersama untuk mempercepat transformasi digital di masa depan. serta kerja sama dan inovasi untuk perekonomian kerakyatan dan pertumbuhan inklusif.
Pada FEKDI x KKI 2024, diluncurkan Proyek Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2023 yang berfokus pada lima (lima) inisiatif utama: (i) Peningkatan kemutakhiran data pembayaran ritel, grosir dan (ii) Integrasi pembayaran nasional sistem industri (iii) inovasi dan adopsi digital (iv) perluasan kerja sama internasional dan (v) pengembangan rupee digital.