Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan petani milenial bisa berpenghasilan minimal Rp 10 juta per bulan. Hal tersebut dinilai bisa dicapai melalui program yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Brigade Pangan untuk Petani Milenial kebawah.

Read More : Pabrik Narkoba di Citeureup Digerebek, Polisi Tangkap 1 Pelaku dan Amankan Jutaan Pil PCC

Brigade Pangan merupakan program kelompok agribisnis yang masing-masing beranggotakan 15 orang yang akan mengkoordinasikan lahan pertanian hingga 200 hektar (Ha). Untuk mendukung program tersebut, Amran mengaku akan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alintan).

Peralatannya saya beli gratis, kelompok 15 orang akan mengelola lahan 200 hektar, harga (mesin pertanian/mesin pertanian) sekitar Rp 3 miliar, pendapatan petani per tahun minimal lebih dari Rp 10. Kata Amran saat berbincang tidak langsung dengan wartawan, di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (12/11/2024).

Amran mengatakan, program ini diikuti oleh 3.000 petani milenial dan lebih dari 20.000 masyarakat terdaftar. Tujuannya agar program ini dapat menarik lebih dari 50.000 petani muda dari kalangan milenial dan Gen Z.

“Visinya begini, sekarang ada generasi millenial dan generasi Z, jadi kita bisa tingkatkan itu, menarik, cara membuat pertanian menarik adalah dengan mengadopsi teknologi tinggi dan kemudian menghasilkan pendapatan yang tinggi darinya. pekerja,” ujarnya.

Amran mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya memperkenalkan program ini kepada generasi muda agar tertarik bekerja di bidang pertanian. Pihaknya juga menjalin hubungan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan beberapa universitas pertanian di Indonesia.

“Kami telah bekerja sama dengan pengurus universitas serta Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi (Satryo Soemantri Brodjonegoro),” tutupnya.

Read More : Korlantas Polri Sebut Rencana Sentralisasi SIM Akan Bersihkan Calo

Sebelumnya, dalam wawancara eksklusif program “Beritasatu Spesial” BTV, Senin (11/11/2024), Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, program Brigade Pangan Petani Milenium akan menerapkan sistem bagi hasil yang besarnya 80%. . 20% atau 70%-30%. Misalnya, 80 atau 70% keuntungan menjadi milik pemilik tanah, sedangkan 20 atau 30% menjadi milik pekerja dan otoritas seperti perusahaan pemerintah, Kementerian Pertanian atau Bank Himbara.

Perhitungan kami, seseorang bisa mendapat penghasilan minimal 10 juta per bulan. Setidaknya itu yang sebenarnya ingin dia lakukan, ya, ini mekanis, tentu saja, bukan manual, meskipun mekanis. , Nyatanya masih sama, bisa Rp 10 hingga Rp 20 juta per orang,” ujarnya.

Menurut Sudaryono, program ini akan membawa banyak manfaat bagi negara. Di sisi lain, petani muda mempunyai pendapatan yang cukup. Sementara itu, produksi pangan dalam negeri juga meningkat. 

“Kami juga melakukan kampanye, kelompok pangan kami terdiri dari 24 daerah, wilayah dan banyak kabupaten, serta percetakan pertanian padi yang kami laksanakan, para pelajar lulusan SMA Teknologi Pertanian, pelajar lulusan SMK Pertanian. , dari berbagai penjuru “Dan banyak yang berminat. Bahkan, laporan yang saya dapat, ada 20.000 orang yang berminat,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *