Penjam Pasar Utara, beritasatu.com – Satuan Tugas (SATGAS) Pelaksana Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Kepulauan (IKN) melaporkan sistem pengolahan air baku dari Bendungan Sepaku Semoi dan Tangkap di Sepaku, Kalimantan Timur (Kaltim). Siap menyuplai kebutuhan air IKN untuk 1 dekade mendatang.

Read More : Rayakan Kelulusan, Ratusan Pelajar Konvoi dan Tutup Jalan di Polewali Mandar

“Kami jelaskan, ada dua sumber pengolahan air yang sudah siap, yaitu dari Bendungan Sepaku Semoi yang dikenal sebagai air baku dan Intake Sepaku,” kata Dennis H Sumadilaga, Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN Utara. Penajam.Pasar, Kalimantan Timur, Minggu (28/7/2024) dilansir Antara. 

Ia mengatakan, Bendungan Sepaku Semoi yang berjarak sekitar 25 kilometer dari kawasan IKN berkapasitas 2.500 liter per detik, sedangkan Intake Sepaku yang berjarak 15,8 kilometer dari IKN berkapasitas 3.000 liter per detik.

Pada Rencana Induk Pembangunan IKN 2022-2024 tahap pertama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mulai menggunakan air baku Intake Sepaku dengan kapasitas 300 liter per detik atau 10% dari kapasitas tersedia. . Air baku tersebut saat ini dikelola menggunakan sistem air portabel yang memungkinkan air dimurnikan sehingga dapat diminum langsung dari keran. 

“Saat ini kami mengolah dulu asupan sepaku sekitar 300 liter per detik yang akan digunakan untuk air minum pada pengoperasian tahap pertama di IKN yang merupakan pabrik milik pemerintah,” ujarnya.

Read More : Pahala Nainggolan Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Alexander Marwata

Menurut perhitungan Dennis, air baku Sepaku Intake yang saat ini disimpan di tempat penyimpanan IKN berkapasitas 2 x 6.000 meter kubik mampu menyuplai air hingga 6 juta liter. “Kalau dibutuhkan antara 100.000 hingga 150.000 orang, itu sudah cukup,” ujarnya.

Dennis memproyeksikan jumlah penduduk di kawasan IKN akan meningkat dalam 10 tahun ke depan, sehingga kebutuhan air baku dari Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi akan terus bertambah. Nantinya kita akan menambah fasilitas pengolahan dari Bendungan Sepaku Semoi sebanyak 350 liter per detik, sehingga cukup untuk 10 tahun seiring bertambahnya jumlah penduduk IKN, katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *