JAKARTA, Beritasatu.com – Letusan Gunung Liutobi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tidak hanya memakan korban jiwa sembilan orang namun menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Saat ini jumlah pengungsi mencapai 13.116 orang. 

Read More : Hari Pendidikan Nasional 2025, Telkom Dorong Inovasi Digital untuk Pendidikan Inklusif melalui Innovillage

Ribuan warga terdampak dari dua wilayah tersebut mengungsi di enam posko yang disiapkan BNPB.

Maria Goretti Cotin, salah satu pengungsi, menjelaskan, saat ini ia bersama keluarga dan warga lainnya hanya bisa tinggal di pengungsian untuk menghindari kehancuran. 

Ditambahkannya, hingga saat ini sebagian besar kegiatan yang dilakukan oleh petugas penanggulangan bencana baik pemerintah maupun organisasi lainnya berbasis pos.

Hal senada diungkapkan salah satu pengungsi, Eustinus Aran, dengan mengaku baru saja berhenti dan mengharapkan perhatian khusus dari pihak terkait. “Saya berharap pemerintah serius untuk fokus pada kebutuhan para pengungsi, terutama para ibu, orang lanjut usia, dan anak-anak,” kata Ussenes.

Hingga saat ini Gunung Lewotobi menunjukkan peningkatan erosi. Memasuki tanggal 11, letusan Danau Gunung Liutobi masih terus berlangsung. Guntur dan kilat terlihat sejak tadi malam hingga pagi ini. 

Read More : Ko Apex Ditahan, Mantan Istri Langsung Sindir Dinar Candy

Letusan Gunung Lutobi terekam di seismogram pos pemantauan PVMBG dengan magnitudo 14,8-37 mm. Asap knalpot bertekanan tinggi terlihat berwarna putih dan abu-abu dengan ketebalan dan intensitas lebih tinggi dari ketinggian 1.000-2.000 meter.

Aliran lavanya mengarah ke arah barat laut sekitar 3.800 meter dari pusat letusan. Saat ini status Gunung Liutobi Laki berada pada Level IV (Awas).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *