Jakarta, Beritasatu.com – Epidemiologi Dicky Budiman mengatakan virus metamariner manusia (HMPV) tidak bisa menjadi pandemi, sehingga orang tidak perlu terlalu khawatir. Namun, publik diharuskan untuk tetap dalam penyebaran HMPV.

Read More : LBH GP Ansor Desak Nadiem Makarim Lindungi Mahasiswa Korban TTPO di Jerman

โ€œProbabilitas atau kemungkinan (virus HMPV menjadi pandemi) mendekati 0%.

Menurut Dicky, kondisi penyakit atau patogen, virus atau bakteri harus baru. Pada saat yang sama, virus HMPV bukanlah hal baru.

Dengan virus baru, ini berarti bahwa orang -orang di dunia ini tidak dibebaskan dari virus atau bakteri, dan karenanya memiliki infeksi.

Selain itu, itu juga memberikan sampel H1N1, yang dimulai influenza 100 tahun yang lalu, Covid-19, yaitu SARS-COV-2, penyakit baru. Epidemiologi Dicky Budiman- (Beritasatu.com/tefani Wijaya)

Dicky menjelaskan bahwa HMPV berbeda dari Covid karena ada di sana sejak 1950 sebelum infeksi ditemukan di seluruh dunia.

Read More : Rumah Dinas PT Telkom Palangka Raya Terbakar

Menurutnya, kebanyakan orang mungkin memiliki pengecualian yang tidak akan mempengaruhi mereka, seperti 19 tahun.

Meskipun tidak ada obat atau vaksin khusus untuk HMPV, mereka biasanya menghasilkan gejala yang lebih sedikit dan sedang dibandingkan dengan Covid-19, kata Dicky, karena banyak orang sudah kebal.

“Bahkan bagi mereka yang terinfeksi HMPV, mereka dapat dirawat di rumah atau dirawat untuk waktu yang lama dalam lima hingga tujuh hari,” kata Dicky.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *