Jakarta, Beritasatu.com – Ketua B-Universe Enggartiasto Lukita bersyukur Indonesia sukses menyelenggarakan perayaan pemilu demokratis 2024. Oleh karena itu, telah menghasilkan kepemimpinan nasional yang sah di lembaga eksekutif dan legislatif.
Read More : Tren Minum Kopi Terus Berubah, Coffeepreneur Dituntut Inovatif
“Kita lihat anggota DPR dan DPD dibuka pada 1 Oktober, dan presiden dilantik pada 20 Oktober dalam situasi yang baik,” kata Enggartiasto saat menjadi pembicara pada “Konferensi Investasi Harian BNI 2024” di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan .Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Enggartiasto juga berharap agar Pilkada 2024 dapat terselenggara dengan lancar sehingga kita dapat membangun perekonomian setelah berakhirnya tahun politik pada tahun 2025 ini.
Ia sangat bersyukur atas suasana serah terima pemerintahan dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto yang transparan dan penuh keakraban. Kita bisa melihat aura dan perasaan pemerintahan sementara, stabil dan bersahabat yang menjadi simbol pasar domestik dan internasional. Ini perubahan terbaik sepanjang sejarah Indonesia, kata Enggar.
Enggar mengapresiasi BNI 2024 Investor Summit yang diselenggarakan pada masa transisi pemerintahan yang tepat. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari pemerintahan Presiden Jokowi dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Presiden Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, dan Wakil Menteri Luar Negeri Phala Mansury hadir dalam acara tersebut.
Read More : Beli Pulsa dan Paket Data dengan Mobile Banking BRImo, Ada Banyak Promo Seru Akhir Bulan
Selain itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, Ketua Wantimpres Wiranto, Ketua DPD Sultan B Najamudin, dan Plt Ketua DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
BNI Investor Summit 2024 menawarkan diskusi penting untuk menjawab tantangan perekonomian nasional dan internasional. Acara yang mengusung tema “Accelerating Sustainable Growth” ini dihadiri oleh 50 orang pejabat baik dari dalam maupun luar negeri yang menyampaikan 15 poin strategis mengenai isu-isu di bidang subordinasi, reformasi tata kelola, koordinasi, perluasan ekonomi, serta perlunya akselerasi perekonomian. pertumbuhan. .